Brothers in Arms: Furious 4 merupakan salah satu judul paling kontroversial dalam sejarah Ubisoft dan seri Brothers in Arms. Diumumkan pada tahun 2011, game ini direncanakan sebagai seri lanjutan dari franchise Brothers in Arms yang sebelumnya dikenal sebagai game FPS taktis dengan latar Perang Dunia II yang realistis dan emosional. Namun, Furious 4 justru menawarkan pendekatan yang sangat berbeda, baik dari segi gaya visual, gameplay, maupun tone cerita. Perbedaan inilah yang akhirnya membuat game ini menuai kritik keras bahkan sebelum dirilis, hingga akhirnya dibatalkan secara resmi.
Latar Belakang Seri Brothers in Arms

Seri Brothers in Arms pertama kali diperkenalkan oleh Gearbox Software pada tahun 2005 melalui Brothers in Arms: Road to Hill 30. Game ini mendapat pujian karena pendekatannya yang realistis terhadap Perang Dunia II, dengan fokus pada taktik skuad, narasi emosional, dan karakter-karakter yang terasa manusiawi. Dua sekuel utamanya, Earned in Blood dan Hell’s Highway, mempertahankan ciri khas tersebut dan membangun basis penggemar yang kuat.
Seri ini dikenal tidak sekadar sebagai game tembak-menembak biasa, melainkan simulasi taktis yang menuntut pemain berpikir strategis, memanfaatkan posisi, dan bekerja sama dengan anggota skuad.
Konsep Baru Furious 4
Ketika Brothers in Arms: Furious 4 diumumkan, banyak penggemar berharap kelanjutan kisah realistis yang telah dibangun sebelumnya. Namun, ekspektasi tersebut langsung runtuh setelah trailer perdana dirilis. Furious 4 menampilkan gaya visual yang lebih kartunis, penuh warna, serta nuansa over-the-top yang jauh dari kesan serius seri sebelumnya.
Game ini terinspirasi oleh film-film perang alternatif seperti Inglourious Basterds, di mana sejarah Perang Dunia II ditampilkan dengan pendekatan fiktif dan penuh aksi berlebihan. Pemain akan mengendalikan empat karakter utama dengan kepribadian unik, masing-masing memiliki gaya bertarung berbeda. Fokus utama game ini adalah kerja sama empat pemain dalam mode kooperatif, baik secara online maupun offline.

Gameplay dan Mekanisme
Berbeda dari seri sebelumnya yang menekankan taktik militer realistis, Furious 4 lebih mengarah ke FPS arcade. Gameplay-nya cepat, penuh aksi, dan minim elemen simulasi. Pemain dapat melakukan eksekusi brutal, menggunakan senjata eksentrik, serta menghadapi musuh dalam jumlah besar.
Setiap karakter memiliki kemampuan spesial, yang mendorong pemain untuk bekerja sama dan saling melengkapi. Sistem cover masih ada, tetapi tidak lagi menjadi elemen inti seperti di seri terdahulu. Pendekatan ini jelas ditujukan untuk menarik pasar yang lebih luas dan kasual.
Reaksi Penggemar dan Kontroversi
Sejak trailer pertamanya dirilis, reaksi komunitas Brothers in Arms sangat negatif. Banyak penggemar merasa bahwa Furious 4 telah mengkhianati identitas seri. Tone yang kartunis, humor gelap, serta gameplay arcade dianggap tidak cocok dengan nama Brothers in Arms.
Kritik tidak hanya datang dari penggemar lama, tetapi juga dari media game yang menilai Ubisoft terlalu memaksakan perubahan demi mengikuti tren pasar saat itu, seperti popularitas game FPS kooperatif dan gaya aksi bombastis ala Call of Duty.
Pembatalan dan Dampaknya

Akibat respons negatif yang terus berlanjut, Ubisoft akhirnya mengumumkan bahwa Brothers in Arms: Furious 4 dibatalkan. Gearbox Software kemudian menyatakan bahwa konsep game tersebut mungkin akan diolah menjadi IP baru, terpisah dari nama Brothers in Arms. Namun, hingga kini, proyek tersebut tidak pernah terdengar kembali secara resmi.
Pembatalan Furious 4 menjadi pelajaran penting dalam industri game tentang pentingnya menjaga identitas sebuah franchise. Mengubah arah secara drastis tanpa mempertimbangkan basis penggemar dapat berujung pada kegagalan bahkan sebelum produk dirilis.
Warisan Furious 4
Meski tidak pernah dirilis, Brothers in Arms: Furious 4 tetap dikenang sebagai contoh ambisi besar yang tidak sejalan dengan ekspektasi penggemar. Game ini sering dijadikan studi kasus tentang risiko rebranding dan eksperimen berlebihan dalam franchise yang sudah mapan.

Bagi penggemar lama, absennya Furious 4 justru dianggap sebagai “kelegaan”, karena nama Brothers in Arms tidak jadi tercemar oleh arah yang dianggap menyimpang. Hingga saat ini, banyak yang masih berharap Gearbox dan Ubisoft suatu hari akan menghidupkan kembali seri Brothers in Arms dengan pendekatan realistis seperti akar aslinya.
Kesimpulan
Brothers in Arms: Furious 4 adalah bukti bahwa inovasi dalam game memang penting, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati. Perubahan besar yang mengabaikan identitas inti sebuah franchise bisa menimbulkan penolakan keras dari komunitas. Walaupun tidak pernah dirilis, Furious 4 tetap menjadi bagian menarik dari sejarah industri game—sebuah proyek ambisius yang gagal, namun sarat pelajaran berharga.

