Chronos: Before the Ashes adalah sebuah game action RPG yang dikembangkan oleh Gunfire Games dan diterbitkan oleh THQ Nordic. Game ini pertama kali dikenal sebagai judul eksklusif VR, sebelum akhirnya diadaptasi ke versi non-VR agar dapat dinikmati oleh lebih banyak pemain. Sebagai prekuel dari Remnant: From the Ashes, Chronos: Before the Ashes menghadirkan kisah mendalam tentang perjalanan seorang pahlawan muda yang ditugaskan untuk mengalahkan makhluk jahat bernama The Dragon. Namun, keunikan game ini tidak hanya terletak pada ceritanya, melainkan juga pada mekanisme gameplay yang berani dan berbeda dari kebanyakan game RPG lainnya.
Latar Cerita dan Dunia Chronos

Cerita Chronos: Before the Ashes berfokus pada seorang tokoh protagonis tanpa nama yang berasal dari sebuah desa. Setiap sepuluh tahun sekali, sebuah portal misterius terbuka, memungkinkan satu orang terpilih memasuki dunia asing untuk menantang kejahatan yang mengancam umat manusia. Sang protagonis memulai petualangannya di usia muda, penuh harapan dan keberanian, namun dunia yang dihadapinya penuh dengan monster, teka-teki, dan bahaya mematikan.
Hal yang membuat cerita Chronos terasa kuat adalah bagaimana waktu menjadi elemen sentral. Setiap kali pemain gagal dan karakter mati, waktu dalam cerita akan melompat sepuluh tahun ke depan. Artinya, sang karakter akan kembali ke dunia tersebut dalam usia yang lebih tua, membawa pengalaman dan kebijaksanaan, tetapi juga menghadapi keterbatasan fisik akibat usia yang bertambah. Konsep ini memberikan lapisan emosional yang jarang ditemui dalam game action RPG.
Mekanisme Penuaan yang Unik
Salah satu fitur paling ikonik dari Chronos: Before the Ashes adalah sistem penuaan karakter. Tidak seperti game lain yang sekadar memberikan penalti saat mati, Chronos menjadikan kematian sebagai bagian dari progres cerita dan gameplay. Setiap kali karakter mati, ia akan menua sepuluh tahun. Ketika masih muda, karakter memiliki stamina dan kekuatan fisik yang lebih besar, cocok untuk pertarungan jarak dekat. Namun, seiring bertambahnya usia, kekuatan fisik menurun, sementara kemampuan sihir dan efisiensi penggunaan energi meningkat.

Sistem ini memaksa pemain untuk beradaptasi dan berpikir strategis. Pemain tidak bisa sekadar mengandalkan satu gaya bermain dari awal hingga akhir. Pilihan skill, senjata, dan pendekatan dalam bertarung akan sangat dipengaruhi oleh usia karakter. Dengan demikian, kematian bukan hanya hukuman, tetapi juga perubahan yang membawa konsekuensi jangka panjang.
Gameplay dan Sistem Pertarungan
Dari segi gameplay, Chronos: Before the Ashes mengusung sudut pandang third-person dengan tempo pertarungan yang relatif lambat dan taktis, mirip dengan game bergaya soulslike. Pemain harus memperhatikan stamina, membaca pola serangan musuh, serta memanfaatkan waktu yang tepat untuk menyerang atau bertahan. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, terutama ketika menghadapi boss dengan pola serangan yang kompleks.
Senjata dalam game ini terbagi menjadi beberapa jenis, seperti senjata jarak dekat dan senjata sihir. Pemain juga dapat meningkatkan atribut karakter seperti Strength, Agility, Vitality, dan Arcane, yang semuanya berperan penting dalam menentukan gaya bermain. Tidak ada sistem leveling yang berlebihan, namun setiap peningkatan terasa signifikan dan berdampak langsung pada pengalaman bermain.
Desain Level dan Puzzle
Selain pertarungan, Chronos: Before the Ashes juga menekankan eksplorasi dan pemecahan teka-teki. Setiap area dirancang dengan atmosfer gelap dan misterius, dipenuhi rahasia yang hanya bisa ditemukan jika pemain jeli memperhatikan lingkungan sekitar. Puzzle dalam game ini tidak terasa dipaksakan, melainkan menyatu secara alami dengan dunia dan narasi.
Desain levelnya bersifat semi-linear, memberikan kebebasan eksplorasi tanpa membuat pemain tersesat terlalu jauh. Backtracking juga menjadi bagian penting dari permainan, terutama ketika pemain kembali ke area lama dengan usia dan kemampuan yang berbeda.

Visual dan Atmosfer
Secara visual, Chronos: Before the Ashes menawarkan dunia fantasi gelap dengan gaya artistik yang konsisten. Lingkungan yang suram, arsitektur kuno, dan pencahayaan yang dramatis berhasil menciptakan suasana melankolis dan penuh tekanan. Meskipun tidak bisa dikatakan sebagai game dengan grafis paling mutakhir, desain artistiknya cukup kuat untuk meninggalkan kesan mendalam.
Efek suara dan musik latar juga berperan besar dalam membangun atmosfer. Dentingan senjata, raungan monster, dan musik latar yang minimalis namun menghantui membuat pemain selalu merasa waspada. Kesunyian di beberapa area justru menambah ketegangan, seolah bahaya bisa muncul kapan saja.
Hubungan dengan Remnant: From the Ashes
Sebagai prekuel, Chronos: Before the Ashes memberikan banyak konteks dan latar belakang dunia yang kemudian muncul dalam Remnant: From the Ashes. Pemain yang telah memainkan Remnant akan menemukan berbagai referensi, lokasi, dan lore yang saling terhubung. Hal ini membuat Chronos terasa penting dalam semesta cerita Gunfire Games, meskipun gameplay-nya lebih fokus pada pengalaman single-player.

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan utama Chronos: Before the Ashes terletak pada konsep penuaan yang inovatif dan narasi yang emosional. Game ini berani mengambil risiko dengan mekanisme yang tidak biasa, dan hasilnya adalah pengalaman yang terasa segar dan bermakna. Atmosfer yang kuat dan desain dunia yang solid juga menjadi nilai tambah.
Namun, game ini tidak lepas dari kekurangan. Kontrol karakter terkadang terasa kaku, terutama bagi pemain yang terbiasa dengan game action RPG yang lebih cepat. Selain itu, durasi permainan relatif singkat jika dibandingkan dengan RPG pada umumnya, sehingga mungkin terasa kurang memuaskan bagi sebagian pemain.
Kesimpulan
Chronos: Before the Ashes adalah game yang membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari grafis atau skala besar, melainkan dari ide gameplay yang berani dan narasi yang kuat. Dengan menggabungkan tema waktu, usia, dan pengorbanan, game ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari RPG kebanyakan. Bagi pemain yang menyukai tantangan, cerita mendalam, dan atmosfer gelap, Chronos: Before the Ashes layak untuk dimainkan dan diapresiasi sebagai karya yang unik dalam dunia game modern.

