Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, genre soulslike semakin berkembang dengan berbagai inovasi menarik. Tidak lagi hanya meniru formula Dark Souls, banyak pengembang indie mencoba menghadirkan mekanik baru yang segar untuk membedakan karya mereka. Salah satu judul yang menonjol dalam gelombang ini adalah Deathbound, sebuah game action RPG soulslike yang dikembangkan oleh Trialforge Studio dan diterbitkan oleh Tate Multimedia. Dirilis pada 8 Agustus 2024 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S, Deathbound menghadirkan konsep unik berupa sistem party empat karakter yang dapat ditransformasikan secara real-time di tengah pertarungan.

Dengan dunia gelap yang menggabungkan unsur fantasi abad pertengahan dan sisa-sisa teknologi, Deathbound menawarkan pengalaman yang tidak hanya menantang, tetapi juga kaya akan cerita, atmosfer, dan inovasi gameplay.
Latar Cerita dan Dunia Zieminal
Deathbound berlatar di dunia bernama Zieminal, sebuah dunia yang lahir dari reruntuhan peradaban maju dan kini tenggelam dalam era yang menyerupai abad pertengahan. Di dunia ini, iman (faith) dan sains bertabrakan secara brutal. Organisasi fanatik yang dikenal sebagai Church of Death melakukan perang suci terhadap Cult of Life, menciptakan konflik ideologis yang menjadi inti dari narasi.
Pemain berperan sebagai hasil dari eksperimen terlarang dalam upaya mencapai kehidupan abadi. Karakter utama bukanlah pahlawan dalam arti tradisional, melainkan simbol dari dosa, harapan, dan ambiguitas moral. Tidak ada benar atau salah secara mutlak—yang ada hanyalah pembenaran atas tindakan masing-masing faksi. Pendekatan naratif ini membuat Deathbound terasa lebih kelam dan dewasa, sejalan dengan nuansa khas soulslike.

Kota utama, Akratya, digambarkan sebagai kota megah namun hancur, dengan arsitektur brutalistik yang mencerminkan kejayaan teknologi masa lalu sekaligus kehancuran peradaban. Lingkungan dalam game dirancang untuk menciptakan rasa tertekan, misterius, dan berbahaya di setiap sudut.
Sistem Party Empat Karakter yang Revolusioner
Keunikan utama Deathbound terletak pada sistem 4-hero party system. Berbeda dengan soulslike tradisional yang biasanya hanya mengandalkan satu karakter, Deathbound memungkinkan pemain untuk mengikat (bind) esensi dari para prajurit yang telah gugur. Esensi-esensi ini membentuk party yang terdiri dari hingga empat karakter berbeda.
Yang membuatnya benar-benar inovatif adalah kemampuan untuk berpindah karakter secara instan di tengah pertarungan. Pemain dapat memulai serangan dengan satu karakter, lalu langsung bertransformasi menjadi karakter lain untuk melanjutkan kombo. Sistem ini disebut sebagai Morphing, dan menjadi inti dari pengalaman bermain Deathbound.

Setiap karakter memiliki:
- Gaya bertarung unik
- Skill dan kemampuan berbeda
- Kepribadian dan latar belakang cerita
- Afiliasi yang memengaruhi sinergi dalam party
Sinergi ini sangat penting. Beberapa karakter dapat bekerja sama dengan sangat baik, memberikan bonus statistik atau efek khusus, sementara kombinasi tertentu justru bisa menimbulkan konflik yang berdampak negatif pada performa tim.
Morphstrike dan Sistem Pertarungan
Selain transformasi biasa, Deathbound memperkenalkan mekanik khusus bernama Morphstrike. Selama pertarungan, pemain akan mengisi sync meter yang digunakan untuk melepaskan serangan gabungan super kuat dari seluruh anggota party.
Morphstrike tidak hanya berfungsi sebagai serangan pamungkas, tetapi juga sebagai alat strategis untuk membalikkan keadaan dalam pertarungan boss yang sulit. Timing yang tepat dalam menggunakan Morphstrike bisa menjadi penentu antara hidup dan mati, sesuai dengan filosofi soulslike yang menuntut presisi dan perencanaan.

Sistem pertarungan Deathbound tetap mempertahankan ciri khas soulslike seperti:
- Stamina management
- Pola serangan musuh yang harus dipelajari
- Hukuman berat jika pemain ceroboh
- Pertarungan boss yang menantang dan epik
Namun, dengan adanya sistem party dan morphing, pemain diberikan lebih banyak fleksibilitas dan kreativitas dalam menghadapi tantangan.
Musuh, Boss, dan Tema Lima Tahap Duka
Salah satu aspek menarik dari desain musuh dan boss di Deathbound adalah inspirasinya dari lima tahap duka (five stages of grief): Denial, Anger, Bargaining, Depression, dan Acceptance. Banyak boss dan musuh utama merepresentasikan emosi dan kondisi psikologis ini, baik secara visual maupun mekanik.
Pendekatan ini tidak hanya membuat desain boss lebih tematik, tetapi juga memperkuat nuansa emosional dan simbolis dalam game. Pertarungan bukan sekadar adu mekanik, tetapi juga refleksi dari tema kehilangan, kematian, dan penerimaan yang menjadi inti cerita.
Presentasi Visual dan Audio
Secara visual, Deathbound mengusung gaya gelap dengan arsitektur keras, sudut tajam, dan lingkungan yang terasa dingin serta tidak ramah. Pengaruh brutalism dan desain industri sangat terasa, menciptakan identitas visual yang berbeda dari fantasy RPG pada umumnya.
Musik dan desain suara juga berperan besar dalam membangun atmosfer. Dari suara langkah kaki di lorong kosong hingga musik boss fight yang mencekam, semua dirancang untuk meningkatkan ketegangan dan imersi pemain.
Menariknya, beberapa elemen budaya Brasil—asal studio pengembang—juga memengaruhi desain artistik dan musik, memberikan sentuhan unik yang jarang ditemukan dalam game soulslike lainnya.

DLC dan Konten Tambahan
Deathbound juga mendapatkan DLC berjudul “Accepted By Death”, yang menambahkan konten seperti:
- Mode Boss Rush
- Hardcore Mode (permadeath)
- Tantangan baru dengan tingkat kesulitan lebih tinggi
DLC ini memperluas umur permainan dan memberikan tantangan tambahan bagi pemain veteran yang sudah menamatkan cerita utama.
Penerimaan dan Kesimpulan
Secara umum, Deathbound menerima respons yang cukup beragam namun cenderung positif. Banyak pemain dan kritikus memuji inovasi sistem party dan morphing yang memberikan warna baru dalam genre soulslike. Namun, beberapa juga mencatat adanya kekurangan teknis dan kurva belajar yang cukup curam.

Meski demikian, Deathbound tetap menjadi contoh kuat bagaimana developer indie dapat berani bereksperimen dalam genre yang sudah mapan. Dengan dunia yang kelam, sistem pertarungan yang unik, dan pendekatan naratif yang dewasa, Deathbound layak dicoba oleh penggemar soulslike yang mencari sesuatu yang berbeda.
Penutup
Deathbound bukan sekadar tiruan Dark Souls. Ia adalah interpretasi baru dari soulslike dengan identitasnya sendiri. Sistem party empat karakter, transformasi dinamis, dan tema psikologis yang kuat membuatnya menonjol di antara game sejenis. Bagi pemain yang menyukai tantangan, eksplorasi dunia gelap, dan mekanik pertarungan inovatif, Deathbound adalah pengalaman yang patut diperhitungkan.

