Remnant II – Evolusi Brutal Soulslike Shooter yang Lebih Dalam dan Ambisius

Remnant II adalah sekuel dari Remnant: From the Ashes (2019), dikembangkan oleh Gunfire Games dan dirilis pada 2023. Game ini kembali menggabungkan dua genre yang jarang berpadu dengan sukses: third-person shooter dan soulslike action RPG. Hasilnya adalah pengalaman bermain yang menantang, gelap, dan penuh ketegangan, namun juga sangat fleksibel dan kooperatif. Dibanding pendahulunya, Remnant II hadir lebih besar, lebih kompleks, dan jauh lebih matang dalam desain gameplay maupun dunia.

Alih-alih hanya menjadi lanjutan sederhana, Remnant II membangun ulang banyak sistem inti—mulai dari class, world generation, cerita, hingga eksplorasi—membuatnya terasa seperti lompatan generasi yang signifikan.


🌌 Dunia yang Terpecah dan Penuh Misteri

Cerita Remnant II berlatar di multiverse yang hancur akibat kekuatan jahat bernama The Root, entitas parasitik yang menghancurkan dunia demi dunia. Pemain berperan sebagai seorang survivor yang menjelajahi berbagai dunia asing untuk menghentikan kehancuran total realitas.

Berbeda dari RPG naratif linear, Remnant II menyajikan cerita secara fragmentaris. Lore disampaikan melalui:

  • dialog karakter,
  • catatan lingkungan,
  • desain musuh,
  • dan event dunia yang bersifat opsional.

Beberapa dunia utama yang dapat dikunjungi antara lain:

  • Losomn, dunia gothic yang menggabungkan horor vampir dan dongeng gelap,
  • Yaesha, dunia alam liar dengan nuansa spiritual dan konflik suku,
  • N’Erud, dunia sci-fi yang dingin dan kosmik, penuh mesin dan entitas aneh.

Setiap dunia memiliki tema visual, musuh, dan cerita berbeda, membuat eksplorasi terasa segar dan misterius.


🔀 World Generation: Setiap Playthrough Berbeda

Salah satu kekuatan terbesar Remnant II adalah sistem procedural generation yang jauh lebih canggih dibanding game pertamanya. Setiap dunia tidak hanya berbeda dari sisi layout, tetapi juga:

  • urutan area,
  • bos utama,
  • quest storyline,
  • NPC yang muncul,
  • bahkan ending dunia tersebut.

Artinya, dua pemain bisa bermain di dunia yang sama namun mendapatkan pengalaman cerita dan bos yang sepenuhnya berbeda. Sistem ini mendorong replayability tinggi, terutama bagi pemain yang ingin membuka semua rahasia, senjata, dan ending alternatif.


🎯 Gameplay: Shooter Soulslike yang Presisi dan Kejam

Secara gameplay, Remnant II tetap setia pada identitasnya sebagai shooter soulslike. Pemain harus:

  • mengatur stamina,
  • membaca pola serangan musuh,
  • menghindari damage secara presisi,
  • dan mengelola resource dengan hati-hati.

Pertempuran menuntut fokus tinggi. Musuh bisa mematikan jika diremehkan, dan checkpoint (World Stone) mengharuskan pemain mengulang area jika mati—mirip sistem bonfire dalam Souls series.

Namun, keunikan Remnant terletak pada senjata api sebagai alat utama. Kombinasi antara:

  • senjata jarak jauh,
  • senjata melee,
  • skill class,
  • mod senjata,
    menciptakan pertempuran yang intens namun fleksibel.

🧙 Sistem Archetype: Fondasi Build yang Dalam

Remnant II memperkenalkan sistem Archetype yang jauh lebih kompleks dibanding class di game pertama. Pemain memulai dengan satu archetype, lalu dapat membuka archetype kedua untuk sistem dual-class.

Beberapa archetype utama:

  • Handler – pet class dengan anjing yang membantu combat dan revive,
  • Challenger – tank jarak dekat dengan survivability tinggi,
  • Hunter – spesialis damage jarak jauh dan critical,
  • Medic – support dengan healing dan buff,
  • Gunslinger – DPS cepat dengan fokus senjata api,
  • Summoner – memanggil makhluk Root sebagai pasukan.

Setiap archetype memiliki:

  • trait unik,
  • skill aktif,
  • perk pasif,
  • dan gaya bermain berbeda.

Sistem dual-archetype memungkinkan kombinasi build yang sangat kreatif, seperti Hunter + Gunslinger untuk DPS ekstrem, atau Medic + Summoner untuk kontrol medan tempur.


⚙️ Loot, Build, dan Eksperimen Tanpa Batas

Loot di Remnant II bukan soal kuantitas, melainkan kualitas dan fungsi. Setiap item—mulai dari senjata, armor, ring, hingga amulet—memiliki efek spesifik yang bisa mengubah gaya bermain secara drastis.

Contohnya:

  • ring yang memulihkan stamina saat dodge,
  • amulet yang meningkatkan damage elemental,
  • mod senjata yang menembakkan proyektil unik,
  • armor yang memberikan bonus survivability atau mobility.

Karena tidak ada sistem loot acak berlebihan, setiap item terasa berarti. Pemain didorong untuk bereksperimen dan menyesuaikan build sesuai musuh dan dunia yang dihadapi.


👹 Bos: Brutal, Variatif, dan Berlapis Mekanik

Bos dalam Remnant II adalah ujian utama kemampuan pemain. Setiap bos:

  • memiliki fase berbeda,
  • serangan unik,
  • arena khusus,
  • dan terkadang kondisi kemenangan alternatif.

Beberapa bos bisa dikalahkan dengan cara berbeda yang menghasilkan loot berbeda pula, mendorong pemain untuk mengulang pertarungan dan mencoba pendekatan baru.

Pertarungan bos terasa adil namun kejam—kesalahan kecil bisa berakibat fatal, tetapi kemenangan selalu terasa memuaskan.


🤝 Co-op yang Solid dan Menyenangkan

Remnant II mendukung co-op hingga tiga pemain, baik dengan teman maupun matchmaking. Co-op terasa sangat natural:

  • musuh diskalakan dengan baik,
  • peran tiap build terasa penting,
  • revive dan support jadi krusial.

Bermain bersama teman tidak menghilangkan tantangan, tetapi justru menambah lapisan strategi dan kekacauan yang seru.


🎨 Visual dan Atmosfer Gelap yang Kuat

Secara visual, Remnant II mengalami peningkatan besar:

  • detail lingkungan lebih tajam,
  • pencahayaan dramatis,
  • desain musuh grotesk,
  • efek partikel senjata dan skill memukau.

Atmosfer dunia terasa sunyi, menekan, dan penuh ancaman. Sound design memperkuat ketegangan—suara langkah musuh, dentuman senjata, dan musik ambient gelap membuat eksplorasi selalu menegangkan.


Kelebihan

  • Gameplay shooter-soulslike yang solid dan menantang.
  • Sistem archetype dan build sangat dalam.
  • World generation membuat replayability tinggi.
  • Desain dunia dan bos sangat kreatif.
  • Co-op terasa alami dan seru.
  • Atmosfer gelap yang kuat dan konsisten.

Kekurangan

  • Cerita utama tidak disampaikan secara langsung, bisa terasa samar.
  • Tingkat kesulitan tinggi mungkin tidak ramah pemain kasual.
  • Beberapa mekanik tidak dijelaskan secara eksplisit.

🎯 Kesimpulan

Remnant II adalah salah satu contoh terbaik bagaimana sekuel seharusnya dibuat: memperbaiki fondasi lama, memperdalam sistem, dan memperluas visi. Dengan perpaduan shooter presisi, tantangan soulslike, dan sistem build yang fleksibel, game ini menawarkan pengalaman yang brutal namun memuaskan.

Bagi pemain yang menyukai tantangan, eksperimen build, dan dunia gelap penuh misteri, Remnant II adalah game yang sangat layak dimainkan dan diulang berkali-kali. Sebuah evolusi sejati dari shooter RPG modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *