Song of Nunu: A League of Legends Story — Sebuah Dekapan Hangat di Dunia Freljord
Di antara bentang alam beku Freljord yang keras, penuh angin tajam dan legenda kuno, hadir sebuah kisah yang justru menghangatkan hati: Song of Nunu: A League of Legends Story. Game besutan Tequila Works dan diterbitkan oleh Riot Forge ini menjadi permata kecil yang bersinar lembut di antara deretan judul League of Legends lainnya—bukan dengan skala pertempuran besar atau intensitas strategi, melainkan melalui sebuah perjalanan intim tentang persahabatan, kehilangan, dan keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika dunia terasa membeku.




Song of Nunu memusatkan cerita pada dua karakter yang telah lama dicintai penggemar: Nunu, seorang anak kecil penuh imajinasi, dan Willump, sang yeti lembut—makhluk perkasa dengan hati yang jauh lebih hangat daripada penampilannya. Hubungan keduanya telah menjadi simbol ikonik persahabatan di LoL, dan game ini akhirnya memberikan ruang bagi duo tersebut untuk bercerita sepenuhnya dari perspektif mereka sendiri.
Sebuah Dunia Beku yang Penuh Kehidupan
Freljord selalu digambarkan sebagai wilayah yang keras dan tak kenal kompromi. Namun di tangan Tequila Works, wilayah ini mendapat interpretasi yang lebih artistik, lebih manusiawi, dan lebih menyentuh. Pemain akan menemukan padang salju luas, reruntuhan yang sunyi, gua-gua memantulkan cahaya biru es, hingga desa-desa kecil yang hidup dalam legenda. Semua ini dipadukan dengan gaya visual painterly khas Tequila Works—halus, bertekstur lembut, dan penuh detail emosional.


Walaupun lingkungannya didominasi salju dan es, Freljord dalam game ini terasa hangat secara emosional. Kehadiran Willump, dengan gerak tubuh besar namun cara berinteraksi yang penuh kasih, memberikan kontras indah terhadap lanskap yang membeku. Ketika Nunu meluncur di atas es atau bersandar pada Willump, dunia seolah menjadi lebih aman dan lebih indah.
Petualangan Dua Hati
Song of Nunu bukanlah game action intens atau RPG kompleks. Ia hadir sebagai petualangan linier yang fokus pada kisah, eksplorasi, dan puzzle ringan yang menggerakkan narasi. Dari awal, game menempatkan hubungan Nunu dan Willump sebagai pusat pengalaman. Mereka saling menggoda, saling mendukung, dan saling menguatkan—sebuah dinamika yang dieksekusi dengan dialog yang natural, penuh humor, dan sangat manusiawi.


Cerita berputar pada pencarian Nunu terhadap ibunya, sebuah narasi yang sejak awal memancarkan harapan sekaligus melingkupi tragedi. Freljord, dalam mitologi League of Legends, adalah tanah yang penuh konflik, perebutan kekuatan, dan kekuatan magis kuno. Pencarian Nunu membawa mereka berdua bertemu dengan berbagai karakter dan konflik yang lebih besar dari diri mereka—termasuk ancaman dari Lissandra, Ice Witch yang dingin dan manipulatif.



Meski begitu, inti permainan bukan pada pertarungan epik, melainkan pada perjalanan personal. Lagu, memori masa kecil, dan momen-momen kecil bersama Willump menjadi penanda emosional yang menuntun pemain dari satu babak ke babak berikutnya.
Puzzle dan Euforia Kecil
Song of Nunu menawarkan gameplay berupa teka-teki lingkungan yang ringan namun kreatif. Pemain bergantian menggunakan kemampuan Nunu dan Willump untuk menyelesaikan tantangan—Willump mendorong bongkahan es, melompat ke bagian lebih tinggi, sementara Nunu memainkan seruling magisnya untuk mengaktifkan mekanisme kuno.






Ritme permainan sengaja dibuat lembut: tidak tergesa, tidak membingungkan, dan selalu membiarkan pemain menikmati momen. Fokusnya jelas—memberi ruang bagi narasi untuk bernafas, sambil sesekali memberikan kepuasan menyelesaikan puzzle yang simpel namun memuaskan.
Emosi yang Mengalir Sepanjang Jalan
Keunggulan terbesar Song of Nunu ada pada atmosfer emosionalnya. Tequila Works—yang dikenal lewat RiME—sekali lagi menunjukkan kepiawaiannya dalam menggabungkan visual artistik dengan narasi sentimental. Hubungan yang terjalin antara Nunu dan Willump secara bertahap memperlihatkan kedalaman yang tidak sering terlihat dalam game AAA: sebuah ikatan yang jujur, rapuh, dan pada saat yang sama menguatkan.

Game ini juga tak ragu menampilkan momen melankolis. Ada bagian di mana musik berhenti, salju turun pelan, dan hanya suara napas Nunu yang terdengar. Ada pula momen ketika Willump menyelamatkan Nunu dengan cara yang membuat hati pemain bergetar. Dan tentu saja, ada klimaks yang memadukan harapan dan kehilangan—sebuah formula yang telah menjadi ciri khas Tequila Works.

Musik yang Menyentuh Jiwa
Soundtrack-nya menjadi salah satu aspek paling memorable. Nada-nada lembut, melodi etnik Freljord, dan harmonisasi vokal kecil pada beberapa bagian membuat setiap lokasi terasa hidup. Musik ini bukan sekadar pengisi latar; ia menjadi bahasa emosional yang menuntun pemain merasakan apa yang Nunu rasakan—kerinduan, keberanian, dan kasih sayang.


Sebuah Cerita Kecil di Dunia yang Besar
League of Legends memang dikenal karena dunia yang luas dan karakter-karakter yang kuat. Namun Song of Nunu menunjukkan bahwa kisah paling berharga kadang bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling peduli.


Game ini menjadi oasis kecil di tengah dunia LoL yang penuh peperangan. Ia mengingatkan bahwa bahkan di tempat paling dingin pun, kehangatan bisa ditemukan—melalui persahabatan, tawa, dan tekad yang sederhana.

Kesimpulan
Song of Nunu: A League of Legends Story adalah game yang lembut, emosional, dan penuh hati. Ia bukanlah petualangan pertempuran, melainkan perjalanan personal yang menyentuh. Dengan visual indah, soundtrack yang memeluk jiwa, dan narasi yang jujur, game ini berhasil menjadi karya yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga indah dirasakan.


Bagi para penggemar League of Legends, game ini adalah surat cinta untuk Freljord dan untuk duo Nunu–Willump. Bagi para pemain baru, ini adalah pintu masuk penuh kehangatan ke dunia yang lebih besar. Apa pun latar belakang Anda, Song of Nunu menawarkan sesuatu yang universal: cerita tentang persahabatan yang bertahan di tengah badai.


Sebuah lagu kecil dalam dunia yang luas—namun gema emosinya bertahan lama setelah matahari tenggelam di balik pegunungan es.

