Pendahuluan
Battlefield V adalah seri ke-16 dari waralaba Battlefield yang dikembangkan oleh DICE dan diterbitkan oleh Electronic Arts (EA). Dirilis pada November 2018 untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC, game ini membawa pemain kembali ke latar Perang Dunia II, setelah sebelumnya Battlefield 1 mengangkat Perang Dunia I. Dengan fokus pada skala pertempuran besar, kehancuran lingkungan yang dinamis, serta kerja sama tim, Battlefield V berusaha menggabungkan realisme sejarah dengan gameplay modern khas seri Battlefield.
Meskipun perilisannya sempat menuai kontroversi dan respons beragam, Battlefield V tetap menjadi salah satu game FPS perang paling ambisius di generasinya. Artikel ini akan membahas secara mendalam aspek gameplay, mode permainan, grafis, audio, narasi, serta kelebihan dan kekurangannya.

Latar Belakang dan Konsep Perang Dunia II
Berbeda dari banyak game bertema Perang Dunia II yang berfokus pada pertempuran besar yang sudah sangat dikenal (seperti D-Day atau Stalingrad), Battlefield V mencoba menyoroti “untold stories of World War II”—kisah-kisah perang yang jarang diangkat ke media populer. Pendekatan ini memungkinkan DICE menghadirkan perspektif baru, lokasi yang tidak biasa, serta karakter-karakter unik dari berbagai belahan dunia.
Konsep ini terasa kuat dalam mode single-player War Stories, namun juga memengaruhi desain map dan suasana di mode multiplayer. Pemain tidak hanya bertempur di kota besar, tetapi juga di wilayah pedesaan, pegunungan bersalju, hingga pulau tropis.
Gameplay: Ciri Khas Battlefield yang Diperhalus
Pertempuran Skala Besar
Seperti seri sebelumnya, Battlefield V menonjolkan pertempuran 64 pemain di peta yang luas. Kendaraan darat, udara, dan laut kembali hadir, mulai dari tank berat, pesawat tempur, hingga kendaraan lapis baja ringan. Interaksi antara infanteri dan kendaraan menjadi inti pengalaman bermain.
Sistem Gerak yang Lebih Lincah

DICE melakukan banyak penyempurnaan pada sistem pergerakan. Pemain kini bisa:
- Melompat melalui jendela dengan lebih natural
- Berguling untuk mengurangi damage saat jatuh
- Merayap lebih fleksibel
- Menghidupkan kembali rekan setim dengan animasi yang lebih cepat
Perubahan ini membuat gameplay terasa lebih cepat dan responsif dibanding seri sebelumnya.
Sistem Attrition
Salah satu fitur paling kontroversial adalah Attrition System. Dalam sistem ini:
- Amunisi dan medkit terbatas
- Pemain harus mencari suplai atau bergantung pada rekan tim
- Kerja sama antar kelas menjadi jauh lebih penting
Tujuan sistem ini adalah mendorong permainan taktis dan kerja tim, meskipun tidak semua pemain menyukainya.

Kelas Karakter dan Perannya
Battlefield V tetap mempertahankan empat kelas utama:
- Assault
Fokus pada senjata anti-kendaraan. Sangat efektif melawan tank dan kendaraan berat. - Medic
Spesialis pertempuran jarak dekat dengan SMG, mampu menyembuhkan dan menghidupkan rekan setim dengan cepat. - Support
Penyedia amunisi dan pengguna senjata berat seperti LMG. Cocok untuk bertahan dan menekan musuh. - Recon
Penembak jitu jarak jauh dengan kemampuan spotting dan penggunaan flare untuk mendeteksi musuh.
Setiap kelas memiliki peran penting, dan kemenangan hampir mustahil diraih tanpa kerja sama antar kelas.

Mode Multiplayer
Conquest
Mode klasik Battlefield di mana dua tim bertempur untuk menguasai dan mempertahankan titik-titik strategis di peta. Mode ini menampilkan kekacauan perang skala besar yang menjadi ciri khas seri ini.
Breakthrough
Mode objektif di mana satu tim menyerang dan tim lainnya bertahan. Mode ini sangat sinematik dan menuntut koordinasi tim yang solid.
Grand Operations
Mode multi-hari yang menggabungkan beberapa pertandingan dengan objektif berbeda. Grand Operations mencoba menciptakan nuansa kampanye perang besar, meskipun eksekusinya tidak selalu konsisten.
Firestorm (Battle Royale)
Battlefield V juga menghadirkan Firestorm, mode battle royale dengan hingga 64 pemain. Meskipun memiliki ciri khas Battlefield seperti kendaraan dan kehancuran lingkungan, Firestorm kurang mendapat dukungan jangka panjang dan akhirnya ditinggalkan oleh sebagian besar komunitas.

Mode Single-Player: War Stories
Mode War Stories kembali hadir, menampilkan beberapa kisah terpisah dari berbagai sudut pandang. Beberapa cerita yang menonjol antara lain:
- Kisah pejuang perlawanan di Norwegia
- Perspektif tentara Afrika Utara
- Cerita unik dengan karakter-karakter non-konvensional
Meskipun tidak terlalu panjang, War Stories menawarkan variasi gameplay dan pendekatan naratif yang lebih personal dibandingkan kampanye FPS tradisional.
Grafis dan Desain Visual
Menggunakan Frostbite Engine, Battlefield V menampilkan visual yang sangat memukau:
- Detail lingkungan tinggi
- Efek cahaya dan cuaca realistis
- Animasi karakter dan kendaraan yang halus
- Kehancuran bangunan yang dinamis
Setiap peta terasa hidup dan berbeda, dari salju tebal di Nordik hingga panasnya Afrika Utara. Secara teknis, game ini menunjukkan kemampuan engine Frostbite secara maksimal.

Audio dan Musik
Aspek audio adalah salah satu kekuatan terbesar Battlefield V. Suara tembakan, ledakan, kendaraan, dan pesawat terasa berat dan imersif. Efek suara arah (directional audio) membantu pemain menentukan posisi musuh hanya dari suara.
Musik latar yang digunakan cenderung minimalis namun efektif, memperkuat suasana tegang dan dramatis di medan perang.
Kontroversi dan Perkembangan Pasca Rilis
Sejak awal, Battlefield V menghadapi berbagai kontroversi:
- Pilihan desain karakter yang dianggap tidak historis oleh sebagian pemain
- Kurangnya konten saat rilis
- Perubahan sistem Time to Kill (TTK) yang berulang kali diubah dan memecah komunitas
Namun, melalui pembaruan bertajuk Tides of War, DICE menambahkan peta, senjata, dan fraksi baru, termasuk konten Perang Pasifik yang dianggap sebagai salah satu update terbaik.

Kelebihan Battlefield V
- Gameplay FPS skala besar yang intens
- Visual dan audio kelas atas
- Sistem pergerakan yang lebih modern
- Fokus pada kerja sama tim
- Konten multiplayer yang kaya setelah update
Kekurangan Battlefield V
- Peluncuran awal yang kurang matang
- Kontroversi desain dan balancing
- Mode Firestorm yang kurang berkembang
- Narasi single-player yang terasa singkat

Kesimpulan
Battlefield V adalah game FPS perang yang ambisius dan berani mengambil pendekatan berbeda terhadap tema Perang Dunia II. Meskipun perjalanannya tidak mulus dan dipenuhi kontroversi, game ini tetap menawarkan pengalaman perang skala besar yang sulit ditandingi oleh game lain.
Bagi penggemar FPS yang menyukai kerja sama tim, pertempuran masif, dan atmosfer perang yang imersif, Battlefield V masih layak dimainkan hingga saat ini. Game ini menjadi bukti bahwa Battlefield tetap menjadi salah satu franchise FPS paling ikonik, meskipun tidak luput dari kekurangan.

