SEPUTAR DUNIA GAME
SEPUTAR DUNIA GAME

BEYOND: Two Souls adalah sebuah game petualangan naratif yang dikembangkan oleh Quantic Dream dan pertama kali dirilis pada tahun 2013 untuk PlayStation 3, sebelum akhirnya hadir di PlayStation 4 dan PC. Game ini dikenal sebagai salah satu karya paling ambisius dalam genre interactive drama, dengan fokus utama pada cerita, emosi, dan pilihan pemain. Dibintangi oleh aktor ternama Elliot Page dan Willem Dafoe, BEYOND: Two Souls menghadirkan pengalaman bermain yang menyerupai film interaktif dengan kualitas sinematik tinggi.

Konsep Cerita yang Unik dan Emosional

Cerita BEYOND: Two Souls berpusat pada karakter utama bernama Jodie Holmes, seorang perempuan yang sejak kecil memiliki hubungan misterius dengan entitas supranatural bernama Aiden. Aiden adalah makhluk dari dunia lain yang memiliki kekuatan luar biasa dan selalu terhubung dengan Jodie. Hubungan inilah yang menjadi inti cerita, sekaligus sumber konflik utama sepanjang permainan.

Berbeda dengan game naratif pada umumnya, alur cerita BEYOND: Two Souls disampaikan secara non-linear. Pemain akan memainkan potongan-potongan kehidupan Jodie dari berbagai fase usia—mulai dari masa kecil, remaja, hingga dewasa—tanpa urutan kronologis yang jelas. Pendekatan ini membuat pemain secara perlahan menyusun sendiri kisah hidup Jodie, sekaligus memahami trauma, kebahagiaan, dan penderitaan yang ia alami.

Tema yang diangkat pun cukup berat dan mendalam, seperti pencarian jati diri, kesepian, kematian, pengorbanan, dan makna hubungan antarmanusia. Game ini tidak sekadar menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak pemain untuk merenung secara emosional.

Gameplay Berbasis Pilihan dan Interaksi

Dari segi gameplay, BEYOND: Two Souls menekankan interaksi sederhana dan pengambilan keputusan. Pemain tidak akan menemukan sistem pertarungan kompleks atau eksplorasi bebas seperti game action pada umumnya. Sebaliknya, gameplay lebih berfokus pada quick time events (QTE), dialog pilihan, dan pengendalian situasi tertentu.

Keunikan utama gameplay terletak pada kemampuan pemain untuk mengendalikan dua karakter sekaligus, yaitu Jodie dan Aiden. Saat mengendalikan Aiden, pemain dapat menembus dinding, mempengaruhi objek, merasuki musuh, hingga melindungi Jodie dari bahaya. Mekanisme ini memberikan variasi gameplay yang menarik dan membuat hubungan antara Jodie dan Aiden terasa nyata serta emosional.

Pilihan-pilihan yang diambil pemain, baik besar maupun kecil, akan memengaruhi jalannya cerita dan ending yang didapatkan. Hal ini meningkatkan replay value karena pemain dapat mencoba berbagai keputusan untuk melihat konsekuensi yang berbeda.

Presentasi Sinematik dan Akting Berkualitas Tinggi

Salah satu kekuatan terbesar BEYOND: Two Souls adalah presentasi visual dan sinematiknya. Quantic Dream menggunakan teknologi motion capture canggih untuk merekam ekspresi wajah dan gerakan para aktor, menghasilkan karakter yang terasa hidup dan realistis. Akting Elliot Page sebagai Jodie Holmes dipuji karena mampu menyampaikan emosi yang kompleks, mulai dari ketakutan, kemarahan, hingga kesedihan mendalam.

Musik latar yang digarap oleh Lorne Balfe dan Hans Zimmer turut memperkuat suasana emosional game. Setiap adegan terasa lebih mendalam berkat komposisi musik yang pas dan sinematik, membuat pemain semakin terhubung dengan perjalanan Jodie.

Dari sisi audio visual, BEYOND: Two Souls benar-benar terasa seperti sebuah film interaktif berkualitas tinggi.

Tema Supranatural dan Filosofis

Selain drama personal, BEYOND: Two Souls juga mengeksplorasi dunia supranatural dan konsep kehidupan setelah kematian. Game ini memperkenalkan ide tentang dunia roh, eksperimen ilmiah terhadap jiwa manusia, serta konflik antara kepentingan militer dan nilai kemanusiaan.

Pertanyaan filosofis seperti “Apa arti hidup?” dan “Apa yang terjadi setelah kematian?” disisipkan secara halus melalui dialog dan kejadian yang dialami Jodie. Pemain tidak dipaksa menerima satu jawaban mutlak, melainkan diajak untuk menafsirkan sendiri makna dari pengalaman yang disajikan.

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagai sebuah game naratif, BEYOND: Two Souls memiliki banyak kelebihan, terutama pada sisi cerita, karakter, dan presentasi sinematik. Pengalaman emosional yang ditawarkan jarang ditemukan di game lain, menjadikannya judul yang berkesan bagi banyak pemain.

Namun, game ini juga memiliki beberapa kekurangan. Gameplay yang minim aksi membuatnya kurang menarik bagi pemain yang menyukai tantangan mekanik. Alur non-linear juga bisa membingungkan bagi sebagian pemain, terutama pada sesi awal permainan. Selain itu, ketergantungan pada QTE terkadang terasa repetitif.

Kesimpulan

BEYOND: Two Souls adalah sebuah pengalaman interaktif yang lebih menekankan cerita dan emosi dibandingkan gameplay tradisional. Game ini cocok bagi pemain yang menyukai kisah mendalam, pilihan moral, dan pendekatan sinematik dalam video game. Dengan karakter yang kuat, tema yang filosofis, serta presentasi kelas atas, BEYOND: Two Souls berhasil membuktikan bahwa video game dapat menjadi media bercerita yang powerful dan menyentuh.

Bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman bermain yang berbeda—lebih personal, reflektif, dan emosional—BEYOND: Two Souls adalah sebuah karya yang layak untuk dimainkan dan dikenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *