Di tengah maraknya game aksi modern yang berlomba-lomba menghadirkan grafis realistis dan dunia open-world luas, Retrace the Light hadir dengan pendekatan berbeda. Game ini menawarkan pengalaman aksi-petualangan 2.5D yang memadukan manipulasi waktu, eksplorasi psikologis, sistem pertarungan modular, serta cerita fiksi ilmiah yang emosional dan penuh misteri.
Bukan sekadar game aksi biasa, Retrace the Light membawa pemain masuk ke dalam dunia mental yang terfragmentasi, di mana ingatan, trauma, dan realitas saling bertabrakan. Setiap langkah bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga soal memahami makna identitas dan cahaya di tengah kegelapan.
Dunia Futuristik Tahun 3323
Game ini berlatar di masa depan jauh, tepatnya tahun 3323. Di era ini, teknologi kecerdasan buatan telah berkembang sangat pesat hingga mampu menyentuh ranah paling dalam dari manusia: pikiran dan kesadaran.
Sebuah proyek bernama Meta Mirror Project diciptakan untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan mental berat. Proyek ini memungkinkan agen khusus memasuki dunia mental seseorang dalam bentuk labirin simbolis yang disebut Mirrormaze.
Sebagai pemain, kamu mengendalikan karakter bernama Decem, seorang Enforcer yang bertugas menjelajahi Mirrormaze, menghadapi manifestasi trauma, dan memulihkan kestabilan mental target.
Namun masalah muncul ketika sebuah insiden misterius menyebabkan Decem kehilangan ingatannya sendiri. Sejak saat itu, misi berubah dari sekadar menyelamatkan orang lain menjadi perjalanan mencari jati diri.
Cerita: Identitas, Trauma, dan Realitas
Salah satu kekuatan terbesar Retrace the Light ada pada narasinya.
Game ini tidak menyuapi pemain dengan cerita secara langsung. Sebaliknya, potongan kisah disebarkan melalui:
- Dialog samar
- Fragmen ingatan
- Lingkungan yang simbolis
- Catatan tersembunyi
- Adegan sinematik singkat
Tema besar yang diangkat antara lain:
- Kehilangan identitas
- Hubungan manusia dan teknologi
- Rasa bersalah
- Trauma masa lalu
- Pengorbanan
- Makna eksistensi
Mirrormaze bukan sekadar level biasa. Setiap labirin mencerminkan kondisi mental pemiliknya. Ada yang penuh lorong sempit dan gelap melambangkan kecemasan. Ada yang terfragmentasi dan terbalik melambangkan kebingungan atau skizofrenia. Ada pula dunia yang indah tapi rapuh, mencerminkan ilusi kebahagiaan.
Semakin jauh kamu bermain, semakin terasa bahwa dunia mental ini bukan hanya milik orang lain — tetapi juga milik Decem sendiri.



Gameplay Inti: Spatial Retracing
Fitur paling unik dalam game ini adalah mekanik Spatial Retracing.
Kemampuan ini memungkinkan Decem untuk kembali ke posisi sebelumnya dalam hitungan detik. Bukan rewind waktu global, tetapi jejak pergerakan personal.
Bayangkan kamu berlari maju, menyerang musuh, lalu dalam sekejap kembali ke titik awal sebelum menyerang — sementara efek serangan tetap terjadi.
Fungsi kemampuan ini sangat luas:
- Menghindari serangan boss
- Menyusun strategi hit-and-run
- Melewati jebakan
- Menyelesaikan puzzle berbasis posisi
- Membuka jalur tersembunyi
Mekanik ini membuat gameplay terasa dinamis dan kreatif. Pemain tidak hanya berpikir cepat, tetapi juga harus memikirkan posisi dan waktu secara bersamaan.
Sistem Pertarungan: Cepat, Taktis, dan Modular
Pertempuran dalam Retrace the Light terasa responsif dan cukup menantang. Game ini memiliki pendekatan semi souls-like, tapi tidak terlalu brutal.
Beberapa elemen utama sistem combat:
- Serangan ringan dan berat
- Dash menghindar
- Parry dengan timing presisi
- Skill khusus berbasis modul
- Boss dengan pola unik
Yang membuatnya menarik adalah sistem Module.
Primary Modules
Memberikan kemampuan utama seperti:
- Serangan energi jarak jauh
- Counter kuat
- Dash ofensif
- Area blast
Secondary Modules
Memberikan efek tambahan seperti:
- Regenerasi stamina
- Tambahan critical damage
- Efek elemen
- Perpanjangan durasi skill
Pemain bebas mengombinasikan modul sesuai gaya bermain. Mau jadi agresif? Bisa. Mau defensif dan penuh counter? Bisa juga.
Fleksibilitas ini membuat replay value cukup tinggi.
Puzzle dan Eksplorasi
Game ini bukan hanya tentang bertarung.
Banyak area dalam Mirrormaze yang membutuhkan pemecahan puzzle berbasis:
- Posisi platform
- Urutan aktivasi
- Manipulasi waktu
- Penggunaan retrace secara kreatif
Beberapa puzzle bahkan mengharuskan pemain berpikir di luar kebiasaan. Misalnya, sengaja terjatuh ke jurang untuk menciptakan titik retrace strategis.
Eksplorasi juga dihargai. Ada area tersembunyi yang berisi:
- Fragmen memori
- Upgrade modul
- Lore tambahan
- Shortcut tersembunyi
Desain levelnya semi-linear, tetapi tetap memberi kebebasan eksplorasi.
Visual: 2.5D yang Artistik
Secara grafis, Retrace the Light menggunakan gaya 2.5D dengan pendekatan visual lembut namun penuh warna.
Ciri khas visualnya:
- Pencahayaan dramatis
- Warna kontras antara terang dan gelap
- Efek partikel bercahaya
- Background detail namun tidak mengganggu gameplay
Setiap Mirrormaze memiliki tema visual berbeda:
- Kota futuristik bercahaya neon
- Reruntuhan kuil kuno
- Dunia mekanik penuh roda raksasa
- Labirin abstrak penuh cahaya pecah
Efek retrace sendiri memiliki animasi cahaya yang elegan, membuat mekanik ini terasa memuaskan digunakan.


Audio dan Atmosfer
Sound design dalam game ini cukup kuat.
Musiknya cenderung ambient futuristik dengan sentuhan emosional. Saat eksplorasi, musik terasa tenang namun misterius. Saat boss fight, tempo meningkat dengan nuansa dramatis.
Efek suara seperti:
- Dentuman serangan
- Desingan energi
- Gaung langkah di lorong kosong
- Retakan cahaya saat retrace
Semua memperkuat imersi pemain.
Voice acting juga cukup solid untuk mendukung cerita yang emosional.
Tingkat Kesulitan
Game ini cukup menantang, tapi masih ramah pemain kasual.
Boss fight membutuhkan:
- Pengamatan pola
- Timing dodge tepat
- Manajemen stamina
- Pemanfaatan retrace secara cerdas
Namun checkpoint cukup adil, sehingga tidak membuat frustrasi berlebihan.
Multiple Ending
Pilihan pemain memengaruhi akhir cerita.
Beberapa faktor yang menentukan ending:
- Keputusan dialog
- Cara menyelesaikan konflik
- Fragmen memori yang ditemukan
- Interaksi dengan karakter tertentu
Ada beberapa ending berbeda yang memberi perspektif unik terhadap cerita utama.
Hal ini membuat pemain terdorong untuk replay dan mencoba jalur berbeda.
Kelebihan Game
✔ Mekanik retrace unik dan inovatif
✔ Cerita emosional dan misterius
✔ Sistem modul fleksibel
✔ Visual artistik
✔ Puzzle kreatif
✔ Replay value tinggi
Kekurangan Game
✖ Beberapa area terasa repetitif
✖ Awal cerita cukup lambat
✖ Tidak semua pemain suka pendekatan simbolis narasi
Namun secara keseluruhan, kekurangan ini tidak terlalu mengganggu pengalaman utama.
Kesimpulan
Retrace the Light berhasil menghadirkan kombinasi antara aksi cepat, manipulasi waktu, narasi emosional, dan desain visual yang kuat dalam satu paket solid.
Game ini membuktikan bahwa judul aksi 2.5D masih bisa terasa segar jika memiliki ide inti yang kuat.
Dengan mekanik retrace sebagai jantung gameplay, sistem modul fleksibel, serta cerita yang menggugah, game ini menjadi salah satu pengalaman aksi-petualangan yang unik dan berbeda dari kebanyakan game lain.
