Polyfield adalah game first-person shooter (FPS) multiplayer yang mengusung tema Perang Dunia II (World War II), dengan visual low-poly atau estetika polygon sederhana namun memikat. Game ini dikembangkan oleh Mohammad Alizadeh dan bisa dimainkan di Android maupun

Mode dan Gameplay

Beberapa elemen gameplay utama Polyfield adalah:

Pertempuran besar 32 vs 32 pemain: Mode online memungkinkan dua tim berhadapan secara besar-besaran, sehingga medan tempur terasa lapang dan strategis.

Offline vs bot: Jika tidak punya koneksi internet atau hanya ingin berlatih, ada mode melawan AI. Ini bagus untuk membiasakan diri dengan kontrol dan peta sebelum bertempur melawan pemain lain.

Mode Capture / Conquest / Kontrol wilayah: Salah satu mode inti adalah menangkap dan mempertahankan titik-titik kontrol di peta. Tim yang menguasai wilayah tersebut lebih lama akan memperoleh poin lebih banyak. Gameplay ini mengutamakan kerja tim dan strategi posisi.

Editor peta (map editor): Pemain bisa membuat peta sendiri, memodifikasi terrain, menaruh objek, menentukan area kontrol, dan membagikannya ke komunitas. Ada juga peta-buatan pemain yang bisa diunduh. Ini menambah variasi dan replayability.

Fitur Terbaru dan Update

Dalam versi terkini (sekitar Juni 2025), Polyfield menambahkan beberapa fitur baru yang memperkaya pengalaman bermain:

Tank playable: Sekarang tank dapat muncul dan dimainkan di medan perang, bukan hanya sebagai dekorasi.

Senjata baru seperti STEN gun, Welrod pistol, Bazooka launcher.

Efek fisika destruksi (misalnya pagar yang bisa hancur) dan beberapa tambahan estetika seperti fisheye lens effect.

Nation spawn (kemungkinan spawn pemain berdasarkan negara) dan item-baru di editor peta.

Kontrol dan Pengaturan

Polyfield menawarkan opsi pengaturan kontrol yang fleksibel: pemain bisa memindahkan tombol, mengatur sensitivitas bidikan, mengubah opasitas UI, serta memakai accelerometer jika diinginkan.

Karena ver­su besar map dan tim 32 pemain, koordinasi tim dan strategi posisi sangat penting — pemain yang hanya mengandalkan lari-menembak saja cenderung kalah.

Visual & Art Style

Estetika low-poly membuat game ini ringan dijalankan di banyak perangkat, tidak hanya HP flagship. Grafis yang sederhana memungkinkan performa lebih lancar, frame rate lebih stabil, serta ukuran download/grafis yang tidak terlalu berat.

Meski sederhana, efek visual tetap diperhatikan: ada efek bullet trace (jejak peluru), efek ledakan, dan nuansa klasik WW2 pada peta dan senjatanya.

Kelebihan Polyfield

Multiplayer besar dan pertarungan tim — Ada mode 32 vs 32, sehingga terasa epik dan butuh kerjasama tim.

Mode offline — Berguna bagi yang ingin bermain tanpa internet atau ingin berlatih.
Uptodown

Map editor & konten komunitas — Pemain tidak hanya bermain, tapi juga bisa berkreasi dan menikmati kreasi orang lain. Ini membuat konten tidak cepat habis.
Mohammad Alizadeh

Update berkala dan senjata baru — Developer cukup aktif memberikan update termasuk tank, senjata baru, dan fitur estetika.

Performanya ringan — Meski ada mode besar dan banyak pemain, game tetap bisa dimainkan di perangkat dengan spesifikasi menengah.

Kekurangan & Area yang Bisa Ditingkatkan

Walau banyak kelebihan, Polyfield juga punya beberapa kekurangan yang turut dilaporkan oleh pemain:

Jumlah senjata terbatas — Walau ada banyak senjata; ada tanggapan pemain bahwa variasi senjata masih kurang, terutama senjata sekunder atau varian historis yang lebih spesifik.

Kontrol map editor masih kurang halus — Beberapa pemain merasa kesulitan dalam membuat map, terutama dalam hal rotasi objek, pengaturan UI editor, atau manipulasi objek jauh.

AI Bots relatif sederhana — Untuk mode offline, AI kadang dianggap tidak terlalu pintar, misalnya berjalan melewati objek atau kurang responsif.

Kurangnya fitur-fitur tertentu yang diharapkan oleh pemain seperti kendaraan lainnya (selain tank), mode udara (pesawat), personalisasi karakter (kostum, skin), sistem pengalaman (XP) dan progres unlock yang lebih banyak.

Grafis mungkin terlalu sederhana untuk sebagian pemain yang suka detail tinggi — estetika low-poly memang ringan, tetapi tidak akan memuaskan semua orang yang ingin realisme sangat tinggi.

Tips Bermain Agar Lebih Menyenangkan

Supaya pengalaman bermain Polyfield jadi lebih optimal, berikut beberapa tips:

Kenali peta (map) dengan baik — Ketahui lokasi-lokasi kontrol, titik cove­r, jalur flank. Ini membantu strategi team control dan memenangkan pertandingan.

Eksperimen dengan kelas — Kadang memilih sniper atau kelas jarak jauh bagus di peta terbuka, tetapi di peta urban mungkin lebih efektif memakai kelas Assault atau sudut pandang dekat.

Manfaatkan mode offline untuk berlatih — Gunakan mode bot untuk latihan aim, paham senjata, dan belajar medan.

Main dengan teman atau komunikasi — Karena mode tim besar, koordinasi sangat penting: siapa yang menguasai control point, siapa yang menjaga pertahanan, siapa yang menyerang.

Gunakan map editor sebagai keuntungan — Jika suka kreativitas, buat map sendiri, coba peta komunitas populer untuk variasi, dan kadang bisa menemukan peta yang cocok dengan gaya bermain kamu.

Perhatikan update & patch — Karena game masih dikembangkan, update mungkin menambah senjata, fitur kendaraan, perbaikan bug. Ikuti berita agar tidak ketinggalan konten baru.

Kesimpulan

Polyfield adalah FPS mobile yang menarik, terutama bagi mereka yang suka pertarungan WW2 dengan nuansa strategis dan multiplayer besar. Keunggulannya adalah keseimbangan antara pengalaman tim, kreativitas lewat map editor, dan performa ringan yang bisa dijalankan di banyak perangkat. Fitur offline juga menjadi nilai tambah bagi yang tidak selalu online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *