Seputar Dunia Game

Scarlet Nexus adalah game aksi RPG yang dikembangkan oleh Bandai Namco Studios bersama Tose, lalu diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Judul ini resmi meluncur pada 25 Juni 2021 untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X/S, dan Windows.

Saat rilis, Scarlet Nexus mendapatkan sambutan yang umumnya positif dari para kritikus. Pertarungannya banyak dipuji karena terasa cepat, penuh gaya, dan memanfaatkan kekuatan psionik dengan cara yang segar, meskipun beberapa pihak menilai misi sampingannya kurang menarik. Hingga April 2022, game ini berhasil terjual lebih dari satu juta kopi, menjadikannya salah satu proyek Bandai Namco yang cukup sukses di era konsol generasi baru.

Permainan

Scarlet Nexus adalah game action RPG dengan sudut pandang orang ketiga. Pemain bisa memilih untuk mengendalikan salah satu dari dua protagonis, Yuito Sumeragi atau Kasane Randall, keduanya merupakan anggota Other Suppression Force (OSF) yang bertugas melindungi kota futuristik New Himuka dari ancaman makhluk misterius yang disebut Others.

Selain menggunakan senjata jarak dekat—seperti pedang—baik Yuito maupun Kasane dibekali kemampuan psikokinesis, memungkinkan mereka mengendalikan benda di sekitar dan melemparkannya ke musuh. Sistem progresi karakter dilakukan lewat peta otak, yang berfungsi seperti skill tree untuk membuka kemampuan baru.

Selama permainan, pemain akan merekrut anggota tim dengan keahlian unik masing-masing. Melalui fitur brain link, protagonis dapat meminjam kekuatan tempur para rekan tersebut, sehingga strategi pertarungan jadi lebih bervariasi.

Cerita

Scarlet Nexus berlatar di masa depan alternatif ketika umat manusia mengembangkan teknologi yang memanfaatkan zat di otak untuk memberi kekuatan ekstrasensor. Demi bertahan hidup dari makhluk mutan pemakan otak bernama Others, dibentuklah pasukan elit Other Suppression Force (OSF).

Kisah utama mengikuti dua protagonis: Yuito Sumeragi dan Kasane Randall, anggota OSF yang memiliki kekuatan psikokinesis. Perjalanan mereka berubah drastis setelah insiden yang menimpa adik Kasane, Naomi, yang terkena peluru khusus hingga berubah menjadi Other. Naomi kemudian dibawa oleh pihak Seiran, kota saingan New Himuka.

Dalam perkembangan cerita, Yuito dan Kasane tanpa sengaja menciptakan Gerbang Kunad, anomali mirip lubang hitam yang mengancam untuk menelan dunia. Kasane sempat terlempar ke masa depan, di mana Yuito versi tua memperingatkan bahwa setiap kali Yuito menggunakan kekuatannya, Gerbang itu semakin membesar. Satu-satunya cara menghentikannya adalah dengan mengurai “benang merah” waktu.

Konflik berkembang ketika kedua protagonis memimpin peleton masing-masing. Yuito mengungkap eksperimen kejam New Himuka yang menciptakan pasukan Other buatan, sementara Kasane menemukan bahwa Seiran juga melakukan eksperimen serupa dengan klaim bisa mengubah kembali manusia yang sudah menjadi Other. Dalam perjalanan ini, Naomi berkorban untuk melindungi Kasane, sementara figur penting OSF, Karen Travers, terobsesi menggunakan kekuatan “Red Strings” untuk menyelamatkan Alice—rekannya yang telah berubah menjadi Other.

Puncak cerita membawa kedua peleton mencari cara menutup Gerbang Kunad. Mereka menemukan bahwa kunci ada pada Wakana Sumeragi, ibu Yuito sekaligus pengguna Red Strings di masa lalu. Dengan bantuannya, mereka berusaha mengurai semua keterikatan waktu, tetapi masih gagal menutup Gerbang karena Karen sendiri ternyata menjadi “jeratan terakhir”. Karen menggunakan Red Strings untuk terus mencoba menyelamatkan Alice, bahkan hingga melompat 2000 tahun ke masa lalu.

Pada akhirnya, Yuito, Kasane, dan peletonnya mengalahkan Karen. Menyadari kesalahannya, Karen mengorbankan diri, menggabungkan kekuatan Arahabaki dan Red Strings untuk menutup Gerbang Kunad, sekaligus menghapus keberadaannya sendiri dari linimasa. Namun dalam pengorbanannya, ia berhasil menciptakan sejarah baru di mana Alice selamat.

Cerita ditutup dengan para anggota OSF memberi penghormatan terakhir pada Karen sebelum masing-masing melanjutkan hidup mereka, membawa pesan bahwa pengorbanan, pilihan, dan keterikatan manusia membentuk masa depan umat manusia.

Perkembangan

Scarlet Nexus dikembangkan melalui kolaborasi antara Bandai Namco Studios dan Tose. Proyek ini dipimpin oleh produser Keita Iizuka dan sutradara Kenji Anabuki, keduanya sebelumnya terlibat dalam seri Tales, sehingga pengalaman mereka di genre RPG berperan besar dalam arah pengembangan.

Judul Scarlet Nexus sendiri berarti “ikatan merah” atau “koneksi merah.” Konsep ini menjadi landasan utama dalam visual, tema, hingga cerita, di mana garis merah dipakai sebagai simbol keterhubungan antarindividu maupun takdir. Untuk menciptakan identitas visual yang khas, seniman Masakazu Yamashiro merancang desain para musuh, Others, dengan menggabungkan bentuk kehidupan organik dan elemen mekanis sehingga lahirlah makhluk-makhluk yang tampak aneh sekaligus mengganggu.

Dalam narasi, Others digambarkan menyerang manusia demi memakan otak mereka. Bandai Namco menekankan bahwa ancaman tersebut mirip fenomena alam yang tak terhindarkan, sesuatu yang manusia harus hadapi dan beradaptasi untuk bisa bertahan hidup. Dari sini lahirlah istilah “brain punk”, genre yang mereka gunakan untuk mendeskripsikan atmosfer unik Scarlet Nexus—perpaduan antara kekuatan otak, teknologi futuristik, dan estetika punk.

Game ini pertama kali diperkenalkan pada ajang digital Xbox 20/20 milik Microsoft pada 7 Mei 2020, sebelum akhirnya meluncur secara global pada 25 Juni 2021 untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X/S, dan Windows.

Untuk mendukung perilisan, Bandai Namco juga meluncurkan merchandise resmi berupa pakaian bertema Scarlet Nexus di toko daring mereka. Adegan sinematik dalam game digarap oleh studio animasi Sunrise, sementara lagu tema utamanya, “Dream In Drive”, dibawakan oleh band Jepang The Oral Cigarettes. Grup ini juga kemudian menyumbangkan lagu pembuka untuk adaptasi serial anime Scarlet Nexus, yaitu “Red Criminal” dan “MACHINEGUN”.

Media Terkait

Selain game utama, Scarlet Nexus juga mendapat adaptasi dalam bentuk serial anime televisi. Proyek ini pertama kali diumumkan pada 18 Maret 2021, diproduksi oleh studio animasi ternama Sunrise. Untuk distribusi, Funimation memegang lisensi penayangan di luar Asia, sementara Medialink dan Madman Entertainment mengurusi lisensi di wilayah Asia-Pasifik.

Serial ini digarap oleh sutradara Hiroyuki Nishimura, dengan naskah ditulis oleh Yōichi Katō, Toshizo Nemoto, dan Akiko Inoue. Desain karakter ditangani oleh Nishimura bersama Yuji Ito, sementara musik dikomposisi oleh Hironori Anazawa, menciptakan atmosfer yang selaras dengan nuansa “brain punk” khas game-nya.

Anime Scarlet Nexus tayang mulai 1 Juli hingga 23 Desember 2021, memperluas cerita dunia game dan memberi penggemar kesempatan untuk menyelami kisah para karakter dengan pendekatan sinematik yang berbeda.

Penerimaan

Scarlet Nexus mendapatkan sambutan umumnya positif dari para kritikus, menurut agregator ulasan Metacritic.

Banyak pujian diarahkan pada sistem pertarungan, khususnya penggunaan kekuatan psikokinesis kedua protagonis. Mitchell Saltzman dari IGN menyoroti betapa mulusnya transisi antara serangan telekinesis dan pertarungan jarak dekat, menyebutnya sebagai kombinasi yang terasa seru sekaligus memuaskan. Senada dengan itu, Jon Bailes dari NME menilai bahwa game ini berhasil memperkenalkan mekanik baru dengan cara yang ramah pemain. Ia menggambarkan pengalaman awalnya sebagai ritme yang memikat antara tebasan pedang dan lemparan telekinesis, sebelum berkembang menjadi sistem yang fleksibel dan dinamis.

Meski begitu, beberapa kritik muncul terkait misi sampingan. Banyak pengulas menilai side-quest terlalu repetitif dan terasa seperti fetch quest biasa, jauh dari kualitas misi cerita utama. George Yang dari Polygon menambahkan bahwa misi tambahan seharusnya bisa lebih memanfaatkan lore serta konflik politik dalam dunia Scarlet Nexus, yang sebenarnya cukup kaya untuk dieksplorasi lebih dalam.

Di ajang The Game Awards 2021, Scarlet Nexus sempat masuk nominasi kategori Best Role Playing Game, namun harus mengakui keunggulan Tales of Arise—yang juga dirilis oleh Bandai Namco Entertainment.

Penutup

Secara keseluruhan, Scarlet Nexus berhasil menghadirkan pengalaman action RPG yang segar dengan identitas kuat melalui tema “brain punk” dan pertarungan berbasis psikokinesis yang unik. Meski tersandung pada misi sampingan yang kurang menggigit, kekuatan narasi utama, gaya visual, serta intensitas pertempuran membuatnya tetap menonjol di antara rilisan sejenis. Pujian dari kritikus sekaligus nominasi di ajang penghargaan besar menegaskan bahwa Bandai Namco berhasil menghadirkan sesuatu yang berkesan bagi para penggemar. Bagi pemain yang mencari aksi cepat, cerita bercabang dari dua sudut pandang, dan dunia futuristik penuh misteri, Scarlet Nexus adalah judul yang pantas dicoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *