Pendahuluan
Skydance’s Behemoth adalah game realitas virtual (VR) bergenre action-adventure yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Skydance Interactive — studio yang sebelumnya dikenal lewat seri The Walking Dead: Saints & Sinners. Game ini pertama kali dirilis pada 5 Desember 2024 untuk platform VR seperti Meta Quest 2 & 3, PlayStation VR2, dan SteamVR.
Dibangun sebagai pengalaman VR penuh, Behemoth membawa pemain ke dunia gelap dan brutal bernama Forsaken Lands — sebuah kerajaan yang hancur, dipenuhi makhluk berbahaya dan fenomena supernatural. Pemain akan berperan sebagai Wren, seorang pemburu yang tersumpah, dalam pencarian untuk mengakhiri kutukan yang mengancam dirinya dan desanya.
Cerita dan Latar Dunia: Misteri Forsaken Lands
Cerita dalam Skydance’s Behemoth berakar pada tema klasik fantasi gelap: seorang protagonis yang berjuang melawan kekuatan yang jauh lebih besar darinya. Wren bukan sekadar pejuang biasa — ia membawa kutukan yang secara perlahan menghancurkan dirinya. Untuk menyelamatkan dirinya dan desanya, dia harus memburu dan membunuh mahkluk raksasa yang dikenal sebagai Behemoths — monster kolosal yang disebut “unslayable” atau tak mungkin dibunuh.
Forsaken Lands dipresentasikan sebagai dunia yang kejam — dari salju membeku hingga rawa yang penuh bahaya. Dunia ini bukan hanya latar estetika; setiap wilayah membawa tantangan tersendiri dan musuh yang menghuni. Lingkungan ini bukan sekadar hiasan, tetapi bagian integral dari narasi yang menghadirkan rasa desolasi dan skala besar ancaman yang dihadapi Wren.
Gameplay: VR, Fisik, dan Pertarungan Brutal
1. Kontrol & Gerak di VR
Salah satu aspek paling mencolok dari Behemoth adalah penggunaan Virtual Reality sebagai medium utama. Ini bukan game VR biasa yang sekadar memindahkan tampilan ke headset — Behemoth dirancang khusus untuk memaksimalkan sensasi fisik dan keterlibatan pemain dalam aksi.
Pemain mengendalikan Wren secara langsung dari perspektif orang pertama. Gerakan, serangan, dan bahkan pertahanan bergantung pada kontroler VR yang meniru gerak tangan dan tubuh pemain. Setiap pukulan pedang atau tebasan kapak terasa lebih “bergerak” karena sistem fisik yang intens.
2. Mekanika Pertarungan
Sistem pertarungan dalam Behemoth terkenal karena intensitasnya yang tinggi. Pemain bisa menggunakan berbagai jenis senjata — dari pedang dan kapak hingga busur dan panah — untuk melawan musuh-musuh manusia maupun beast. Namun, pertarungan paling ikonik tentu adalah dengan Behemoths itu sendiri: monster raksasa dengan perilaku yang jauh lebih kompleks dibanding musuh biasa.
Pertarungan ini bukan sekadar tabrak-serang; waktu menyerang, blok, dan menghindar sangat penting, terutama karena sistem stamina yang membatasi aksi terus-menerus. Ini berarti pemain harus bermain dengan strategi, bukan spam tombol.
3. Lingkungan & Eksplorasi
Selain pertarungan, Behemoth juga menempatkan aksen kuat pada eksplorasi. Pemain dapat menggunakan grappling hook untuk mencapai area tinggi, memecahkan teka-teki lingkungan, dan menemukan jalur tersembunyi. Eksplorasi ini memberikan rasa kebebasan dan variasi, sehingga game tidak hanya menjadi sekadar pertarungan demi pertarungan.
Setiap wilayah di Forsaken Lands didesain dengan detail — dari reruntuhan yang sunyi hingga bentangan pegunungan yang lemah — menciptakan atmosfer yang pas untuk sebuah kisah penuh tragedi dan perjuangan.
Visual dan Suasana: Gelap, Brutal, dan Besar
Grafis Behemoth mendapatkan pujian karena skala visualnya yang besar, terutama saat menghadapi behemoth di lingkungan VR. Pertarungan melawan monster sebesar gunung memberi pemain rasa kecil namun sekaligus bersemangat menghadapi tantangan besar.
Suasana game bukan sekadar visual; Behemoth juga menonjolkan elemen audio dan musik untuk memperkuat dunia fantasi gelap tersebut. Musik latar yang epik, suara lingkungan yang mendalam, dan efek suara saat bertarung menciptakan pengalaman yang lebih intens dan imersif.
Kritik dan Respons Pemain
Sejak rilisnya, Behemoth menerima ulasan campuran dari kritikus, meskipun umumnya lebih positif dari sisi pemain. Menurut Metacritic, skor kritik berada di kisaran rating “mixed atau average”.
Beberapa kritik utama dari ulasan profesional termasuk:
- Kontrol dan pertarungan yang kadang terasa kurang halus atau terlalu menuntut stamina pemain.
- Bug teknis awal yang sempat mengganggu pengalaman beberapa pemain, terutama pada platform-platform tertentu.
- AI musuh yang kadang terasa kurang konsisten dalam kondisi tertentu.
Namun, respon komunitas cukup beragam — beberapa pemain mengapresiasi Behemoth sebagai salah satu pengalaman VR terbaik yang mereka jalani, terutama karena sensasi skala raksasa dan pertarungan fisik yang memuaskan. Banyak pula yang merasa game ini terasa “bermain seperti petualangan epik yang nyata” dan memberikan pengalaman VR yang tidak mudah dilupakan.
Beberapa komentar komunitas mencatat bahwa walau awalnya terasa repetitif, seiring dengan perkembangan cerita dan patch pembaruan yang dirilis oleh pengembang, permainan menjadi lebih seimbang dan lebih menyenangkan.
Tambahan: Pembaruan dan Mode Baru
Skydance terus menambah konten untuk Behemoth pasca-rilis. Update seperti Arena Mode dan Behemoth Trials memberikan pemain cara baru untuk menghadapi tantangan dan replay nilai permainan. Mode ini memungkinkan pemain menghadapi musuh dengan loadout tertentu atau sekadar menguji keterampilan di medan pertarungan yang lebih variatif.
Kesimpulan: Apakah Behemoth Layak Dicoba?
Skydance’s Behemoth adalah pengalaman VR yang berani: memadukan aksi brutal, eksplorasi harrowing, dan pertarungan kolosal dalam satu paket penuh imersi. Untuk pemain yang mencari game VR yang terasa “besar” dan ingin merasakan sensasi menjadi pahlawan di dunia fantasi klasik, Behemoth merupakan judul yang layak dicoba — terutama bagi penggemar pertarungan epik ala Shadow of the Colossus yang dibawa ke realitas virtual dengan cara modern.

