
Assassin’s Creed Mirage – Kembali ke Akar Assassin yang Sunyi, Cepat, dan Mematikan
Setelah bertahun-tahun bereksperimen dengan format RPG berskala besar, Ubisoft akhirnya mengambil langkah berani dengan merilis Assassin’s Creed Mirage. Game ini hadir sebagai bentuk “kembali ke akar” seri Assassin’s Creed, menitikberatkan kembali pada stealth, parkour klasik, dan pembunuhan senyap—elemen yang membuat seri ini dicintai sejak awal. Mirage bukanlah RPG raksasa seperti Valhalla atau Odyssey, melainkan pengalaman yang lebih ringkas, fokus, dan intim, dengan atmosfer khas Assassin yang kuat.
Dirilis pada 2023, Assassin’s Creed Mirage berperan sebagai prekuel untuk Assassin’s Creed Valhalla, sekaligus penghormatan bagi judul-judul awal seperti Assassin’s Creed, Assassin’s Creed II, dan Brotherhood. Hasilnya adalah game yang terasa nostalgik, namun tetap relevan dengan teknologi modern.
🗡️ Cerita: Asal-Usul Seorang Assassin
Pemain mengendalikan Basim Ibn Ishaq, karakter yang sebelumnya muncul dalam Valhalla. Dalam Mirage, Basim bukanlah figur misterius yang penuh rahasia, melainkan seorang pencuri jalanan muda di kota Baghdad yang mencari jati diri dan makna hidup.
Kisah Basim dimulai ketika ia direkrut oleh organisasi Hidden Ones, cikal bakal Assassin Brotherhood. Dari seorang anak jalanan yang penuh amarah dan rasa ingin tahu, Basim dilatih menjadi Assassin sejati—menguasai stealth, parkour, dan seni membunuh tanpa terlihat.
Cerita Mirage berfokus pada:
pencarian identitas diri Basim,
konflik batin dan mimpi buruk misterius,
perjuangan melawan Ordo Kuno (Order of the Ancients),
serta transformasi moral dari pencuri menjadi pelindung kebebasan.
Narasinya lebih personal dan serius, dengan tempo yang lebih padat dibanding game Assassin’s Creed modern. Tidak ada drama politik skala besar, melainkan kisah tentang pengorbanan, loyalitas, dan konsekuensi pilihan.
🏙️ Baghdad: Kota yang Hidup dan Padat
Salah satu kekuatan terbesar Mirage adalah desain kota Baghdad pada era keemasan Islam abad ke-9. Kota ini dibangun sebagai satu peta besar yang padat dan vertikal, sangat ideal untuk parkour dan stealth.
Baghdad terbagi menjadi beberapa distrik utama, seperti:
Harbiyah (kawasan militer),
Abbasiyah (pusat ilmu pengetahuan dan budaya),
Karkh (area perdagangan dan pemukiman padat).
Lingkungan kota terasa hidup dengan:
pasar ramai,
penjaga patroli,
warga yang bereaksi terhadap tindakan pemain,
lorong sempit, atap bangunan, dan menara tinggi.
Tidak seperti map luas tapi kosong di game RPG Assassin’s Creed sebelumnya, Baghdad di Mirage dirancang padat, fokus, dan penuh peluang taktis. Setiap sudut kota terasa seperti playground bagi seorang Assassin.
🕶️ Gameplay: Stealth Kembali Menjadi Raja
Assassin’s Creed Mirage secara tegas mengembalikan fokus ke stealth. Pertarungan terbuka tidak lagi menjadi solusi utama. Basim jauh lebih rapuh dibanding protagonis sebelumnya, sehingga pemain didorong untuk:
menghindari pertempuran frontal,
mengamati pola patroli musuh,
menggunakan lingkungan sebagai perlindungan,
melakukan pembunuhan senyap satu per satu.
Fitur Stealth Utama
Eagle Vision untuk mendeteksi musuh dan target.
Social Stealth, seperti berbaur dengan kerumunan.
Alat klasik Assassin, seperti smoke bomb, throwing knife, noisemaker, dan blow dart.
Assassination Focus, kemampuan khusus yang memungkinkan Basim menandai beberapa musuh dan menghabisi mereka secara cepat.
Parkour juga terasa lebih cepat dan ringan, mengingatkan pada Assassin’s Creed generasi awal. Gerakan Basim terasa gesit, efisien, dan presisi.
⚔️ Sistem Pertarungan yang Lebih Realistis
Berbeda dengan Valhalla, sistem pertarungan Mirage dibuat lebih sederhana dan mematikan. Tidak ada skill tree besar atau statistik RPG kompleks. Sebaliknya, pertarungan dirancang agar:
singkat,
berbahaya,
dan berisiko jika dilakukan tanpa perhitungan.
Musuh bisa membunuh Basim dengan cepat jika pemain ceroboh. Ini membuat setiap keputusan terasa penting dan meningkatkan ketegangan saat menyusup ke area musuh.
🎯 Misi Kontrak dan Investigasi
Struktur misi Mirage terinspirasi dari Assassin’s Creed klasik. Pemain sering diberikan target utama, lalu bebas memilih pendekatan:
menyuap informan,
menyadap percakapan,
mencuri dokumen rahasia,
menyelidiki rutinitas target,
hingga merencanakan rute pembunuhan terbaik.
Sistem ini menghidupkan kembali rasa menjadi Assassin sejati—mengamati, merencanakan, lalu menyerang dengan presisi.
🎨 Visual, Musik, dan Atmosfer
Secara visual, Assassin’s Creed Mirage tampil memukau meski skalanya lebih kecil. Warna-warna hangat Baghdad, arsitektur Islami, dan pencahayaan matahari menciptakan atmosfer autentik dan imersif.
Musiknya menggabungkan:
instrumen Timur Tengah,
nuansa misterius,
komposisi sunyi yang mendukung stealth.
Voice acting dan dialog terasa lebih natural, mendukung tone cerita yang serius dan introspektif.
⭐ Kelebihan
Fokus penuh pada stealth dan parkour klasik.
Kota Baghdad padat dan sangat mendukung gameplay Assassin.
Cerita personal yang kuat dan ringkas.
Tidak dipenuhi elemen RPG berlebihan.
Cocok bagi penggemar Assassin’s Creed lama.
Atmosfer historis yang autentik.
❗ Kekurangan
Durasi relatif singkat dibanding seri modern.
Sistem pertarungan kurang variatif bagi penggemar aksi.
Tidak banyak inovasi besar dalam mekanik gameplay.
Kurang cocok bagi pemain yang menyukai eksplorasi RPG luas.
🎯 Kesimpulan
Assassin’s Creed Mirage adalah surat cinta bagi penggemar lama seri Assassin’s Creed. Dengan mengembalikan fokus pada stealth, parkour, dan pembunuhan terencana, game ini berhasil menghadirkan kembali esensi Assassin yang sempat hilang dalam seri RPG sebelumnya.
Mirage mungkin bukan game terbesar atau paling ambisius dalam seri ini, tetapi justru di situlah kekuatannya. Ia padat, fokus, dan penuh identitas. Bagi pemain yang merindukan sensasi menjadi Assassin sejati—bergerak di bayangan, menyerang tanpa terlihat, lalu menghilang—Assassin’s Creed Mirage adalah jawaban yang tepat.
