Absolver – Seni Bela Diri dalam Dunia Open-World Online

Pada tahun 2017, studio indie asal Prancis, Sloclap, merilis sebuah game yang cukup unik berjudul Absolver. Game ini berbeda dari kebanyakan game aksi modern yang berfokus pada senjata api atau fantasi sihir. Sebaliknya, Absolver menempatkan seni bela diri sebagai inti gameplay, dipadukan dengan dunia terbuka semi-online yang misterius.

Dengan campuran pertarungan taktis, kustomisasi gaya bertarung, serta interaksi antar pemain dalam dunia yang saling terhubung, Absolver menghadirkan pengalaman yang segar bagi penggemar game aksi.


Latar Dunia dan Cerita

Game ini berlatar di dunia fiksi bernama Adal, sebuah negeri yang hancur akibat konflik besar di masa lalu. Pemain berperan sebagai seorang “Prospect”, pejuang bertopeng yang dipilih untuk mengikuti ujian menuju status Absolver—penjaga perdamaian dengan kekuatan luar biasa.

Cerita disampaikan secara minimalis. Tidak ada cutscene panjang atau dialog bertele-tele. Sebaliknya, pemain menemukan potongan-potongan lore melalui interaksi dengan karakter non-playable (NPC), lingkungan, serta simbol-simbol misterius. Pendekatan ini mirip dengan gaya naratif Dark Souls, di mana misteri dan interpretasi pribadi menjadi bagian dari pengalaman.


Gameplay – Inti Pertarungan Bela Diri

Kekuatan utama Absolver adalah sistem pertarungannya yang inovatif. Alih-alih tombol serangan sederhana, game ini menghadirkan “Combat Deck”, sebuah sistem yang memungkinkan pemain menyusun kombinasi jurus dan gaya bertarung sesuai preferensi.

  1. Gaya Bertarung (Combat Styles)
    • Ada beberapa gaya utama, seperti Forsaken (mengutamakan blok dan serangan balik), Kahlt Method (menyerap serangan), Windfall (mengandalkan menghindar), dan Stagger (gaya liar tak terduga).
    • Setiap gaya punya kelebihan dan kekurangan, sehingga pemain bisa memilih sesuai gaya bermain.
  2. Combat Deck
    • Pemain dapat mengatur serangkaian jurus dalam empat posisi tubuh (stances).
    • Saat bertarung, perubahan posisi otomatis mengganti kombinasi serangan, sehingga pemain bisa mengalirkan kombo sesuai situasi.
  3. Belajar dari Musuh
    • Salah satu aspek unik adalah kemampuan mempelajari gerakan baru dengan menghadapi musuh.
    • Semakin sering bertahan dari jurus tertentu, semakin besar peluang pemain untuk “menguasai” gerakan itu dan menambahkannya ke deck.
  4. Pertarungan yang Taktis
    • Sistem stamina memaksa pemain berhati-hati. Tidak bisa sekadar spam tombol; setiap serangan harus diperhitungkan.
    • Timing, jarak, dan membaca lawan menjadi kunci kemenangan.

Dunia Semi-Open World

Absolver tidak menyajikan dunia terbuka penuh, melainkan area saling terhubung yang bisa dijelajahi bebas. Pemain bertemu dengan NPC musuh, bos, atau bahkan pemain lain yang terhubung secara online.

Saat bertemu pemain lain, interaksi bisa berupa:

  • Kerja sama untuk mengalahkan musuh kuat.
  • Duel spontan jika salah satu memutuskan untuk menyerang.
  • Gestur komunikasi non-verbal seperti membungkuk, melambaikan tangan, atau duduk.

Aspek sosial ini membuat dunia terasa hidup dan dinamis, meski jumlah pemain dalam satu area terbatas.


Mode dan Progression

Selain eksplorasi bebas, Absolver juga menyediakan konten PvP dan PvE:

  • 1v1 Duels: Pertarungan kompetitif antar pemain untuk menguji skill.
  • PvE Co-op: Pemain bisa membentuk tim kecil melawan musuh di dunia Adal.
  • Schools System: Fitur komunitas di mana pemain berpengalaman bisa membuat “sekolah” bela diri, melatih murid, dan membagikan gaya bertarung mereka.

Sistem progresi mencakup peningkatan atribut (Strength, Dexterity, Vitality, Endurance), perolehan perlengkapan, serta pembelajaran jurus baru.


Visual dan Atmosfer

Absolver menggunakan gaya visual artistik dengan grafis cel-shaded sederhana namun indah. Dunia Adal penuh reruntuhan, hutan, dan kuil misterius yang memberi kesan melankolis. Meski tidak hiper-realistis, gaya ini justru membuat game terasa unik dan abadi.

Atmosfer didukung oleh soundtrack ambient karya Austin Wintory (komposer Journey). Musiknya tenang, penuh nuansa spiritual, dan hanya muncul di momen penting, menciptakan rasa damai sekaligus misterius.


Penerimaan dan Kritik

Saat dirilis, Absolver menuai banyak pujian, tetapi juga beberapa kritik:

Pujian:

  • Sistem pertarungan bela diri yang mendalam dan unik.
  • Kebebasan membangun gaya bertarung sendiri.
  • Visual dan musik artistik yang mendukung atmosfer.
  • Interaksi sosial online yang organik.

Kritik:

  • Konten awal terasa terbatas; setelah beberapa jam, dunia bisa terasa kosong.
  • Keterbatasan variasi musuh di mode PvE.
  • Server online sempat bermasalah pada masa peluncuran.

Namun, bagi mereka yang mengapresiasi pertarungan taktis dan eksperimen gaya, Absolver menawarkan sesuatu yang sangat berbeda dari game aksi lain.


Warisan dan Dampak

Meskipun tidak mencapai popularitas besar, Absolver meninggalkan jejak sebagai game yang berani mengeksplorasi sistem pertarungan unik. Sloclap kemudian melanjutkan ide mereka dengan merilis Sifu (2022), sebuah game single-player yang lebih fokus pada narasi dan aksi bela diri. Banyak elemen dari Absolver—seperti sistem jurus dan ritme pertarungan—berkembang lebih matang di Sifu.

Dengan begitu, Absolver bisa dianggap sebagai pondasi yang membuka jalan bagi eksplorasi seni bela diri dalam dunia game modern.


Kesimpulan

Absolver adalah game aksi yang memadukan seni bela diri, dunia semi-open world, dan interaksi online dengan cara yang unik. Sistem pertarungannya menuntut ketelitian, kesabaran, serta kreativitas dalam membangun gaya bertarung pribadi.

Meskipun kontennya terbatas dan tidak sempurna, Absolver tetap berdiri sebagai pengalaman berbeda—bukan sekadar pertarungan cepat, tetapi sebuah perjalanan menemukan ritme, membaca lawan, dan menjadi pejuang sejati.

Bagi pecinta seni bela diri, game eksperimental, atau penggemar PvP strategis, Absolver adalah judul yang layak dicoba dan dikenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *