Eternal Return – Perpaduan MOBA dan Battle Royale yang Unik
Di tengah maraknya game bergenre battle royale dan MOBA, Eternal Return hadir sebagai kombinasi unik yang menawarkan pengalaman berbeda dari game kompetitif pada umumnya. Dikembangkan oleh Nimble Neuron, game ini pertama kali dirilis dalam tahap Early Access pada tahun 2020 sebelum akhirnya resmi meluncur pada 2021. Sejak saat itu, Eternal Return terus berkembang dengan berbagai pembaruan karakter, balancing, dan sistem gameplay yang semakin matang.
Berbeda dari battle royale konvensional yang berfokus pada tembak-menembak seperti PUBG: Battlegrounds atau Fortnite, Eternal Return mengusung sudut pandang top-down ala MOBA seperti League of Legends. Kombinasi inilah yang menjadi daya tarik utama sekaligus pembeda paling mencolok.
Konsep dan Latar Cerita
Eternal Return mengambil latar di sebuah pulau misterius bernama Lumia Island. Di pulau ini, para karakter yang disebut “Test Subject” dipaksa untuk bertarung satu sama lain dalam eksperimen berbahaya. Setiap karakter memiliki latar belakang unik, mulai dari koki, atlet, ilmuwan, hingga tentara bayaran. Unsur cerita memang bukan fokus utama, tetapi cukup memberikan kedalaman pada masing-masing karakter.

Setting eksperimen ini menjadi alasan logis mengapa setiap pertandingan terasa seperti simulasi yang terus diulang—sejalan dengan judulnya, “Eternal Return”.

Gameplay: Strategi adalah Segalanya
Satu hal yang langsung terasa saat bermain Eternal Return adalah kompleksitas strateginya. Tidak seperti battle royale biasa yang hanya mengandalkan loot senjata, di sini pemain harus mengumpulkan material dan melakukan crafting item sesuai dengan build yang telah direncanakan.

Setiap karakter memiliki:
- Skill aktif dan pasif unik
- Spesialisasi senjata tertentu
- Jalur build item yang berbeda




Sebelum pertandingan dimulai, pemain biasanya sudah menentukan rute farming—area mana yang akan dikunjungi untuk mengumpulkan bahan tertentu. Kesalahan kecil dalam rute bisa membuat build tertinggal dari lawan.

Zona permainan juga akan menyusut secara bertahap, memaksa pemain untuk bergerak dan berhadapan satu sama lain, layaknya sistem zona di PUBG atau Fortnite. Namun di Eternal Return, kontrol vision, timing crafting, dan pemilihan pertarungan (engage atau disengage) jauh lebih menentukan.
Mode Permainan
Eternal Return menawarkan beberapa mode permainan:
- Solo (1 vs 17 pemain lain)
- Duo
- Squad (tim berisi tiga pemain)
Mode squad sangat populer karena kerja sama tim menjadi elemen kunci. Komposisi karakter (team composition) bisa menentukan kemenangan. Ada karakter yang berperan sebagai damage dealer, tank, atau support, mirip dengan struktur tim dalam MOBA klasik.

Variasi Karakter yang Beragam
Salah satu kekuatan utama Eternal Return adalah roster karakternya yang terus bertambah. Setiap karakter memiliki gaya bermain berbeda. Misalnya, ada karakter yang unggul dalam pertarungan jarak dekat, sementara yang lain lebih efektif dalam poke jarak jauh.




Keragaman ini membuat meta permainan selalu berubah. Update rutin dari Nimble Neuron juga menjaga keseimbangan agar tidak ada karakter yang terlalu dominan dalam jangka panjang.
Sistem Crafting yang Mendalam
Crafting adalah jantung dari Eternal Return. Pemain harus:
- Menghafal jalur item
- Menentukan prioritas gear
- Menyesuaikan build berdasarkan situasi

Item memiliki tier yang berbeda, dari basic hingga legendary. Untuk membuat item tingkat tinggi, pemain harus menggabungkan beberapa material yang tersebar di berbagai zona.

Di sinilah letak tantangan sebenarnya. Pemain tidak hanya harus jago bertarung, tetapi juga cepat dalam mengambil keputusan strategis.
Tingkat Kompetitif dan Esports
Eternal Return juga memiliki sistem ranked yang kompetitif. Pemain akan naik peringkat berdasarkan performa dan placement di pertandingan. Karena kompleksitasnya, game ini memiliki kurva belajar yang cukup tinggi, terutama bagi pemain baru.






Komunitas esports-nya memang tidak sebesar League of Legends atau battle royale populer lainnya, tetapi tetap aktif dengan turnamen regional dan internasional.
Kelebihan Eternal Return
Beberapa keunggulan utama game ini antara lain:
- Perpaduan unik MOBA dan battle royale
- Sistem crafting yang dalam dan strategis
- Variasi karakter luas
- Update rutin dan balancing aktif
- Gratis dimainkan (free-to-play)




Game ini cocok untuk pemain yang menyukai tantangan strategi dan tidak hanya mengandalkan refleks semata.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Namun, Eternal Return juga memiliki beberapa kekurangan:
- Kurva belajar tinggi untuk pemula
- Bisa terasa kompleks dan membingungkan di awal
- Popularitas global tidak sebesar kompetitor besar






Pemain baru mungkin membutuhkan waktu cukup lama untuk memahami sistem crafting dan rotasi map secara efektif.
Kesimpulan
Eternal Return adalah game yang berani menggabungkan dua genre populer menjadi satu pengalaman yang unik dan menantang. Dengan sudut pandang top-down khas MOBA, sistem crafting mendalam, serta dinamika battle royale yang kompetitif, game ini menawarkan sesuatu yang berbeda di pasar game online.
Bagi pemain yang menyukai strategi, perencanaan build, dan pertarungan berbasis skill, Eternal Return adalah pilihan yang sangat menarik untuk dicoba. Meski tidak semainstream game besar lainnya, kualitas gameplay dan kedalaman mekaniknya menjadikannya salah satu game hybrid terbaik dalam beberapa tahun terakhir.







Jika kamu mencari battle royale yang tidak sekadar looting dan menembak, Eternal Return bisa menjadi alternatif segar yang memberikan pengalaman bermain yang lebih taktis dan penuh perhitungan.
