Seputar Dunia Game

Lost Ember adalah game petualangan yang dikembangkan oleh studio asal Jerman, Mooneye Studios, dan dirilis pada tahun 2019. Dalam permainan ini, pemain menjelajahi reruntuhan peradaban yang telah hilang melalui sudut pandang unik — dengan kemampuan untuk memasuki dan mengendalikan berbagai hewan guna mengungkap kisah masa lalu dunia yang penuh misteri dan emosi.

Dengan pendekatan yang lebih naratif dan atmosferik daripada penuh aksi, Lost Ember menonjol lewat pesan tentang kehidupan, kehilangan, dan hubungan antara manusia dan alam, dikemas dalam visual yang indah serta alunan musik yang tenang dan reflektif.

Gameplay

Lost Ember adalah game petualangan orang ketiga di mana pemain mengendalikan seekor serigala yang kehilangan ingatan. Dalam perjalanan, ia ditemani oleh roh bercahaya yang meminta bantuannya untuk mencapai alam baka. Sang roh menjelaskan bahwa jiwa-jiwa yang gagal masuk ke alam baka akan terlahir kembali sebagai hewan, termasuk sang serigala yang dimainkan pemain.

Cerita bergerak ketika keduanya berusaha mengungkap alasan mengapa sang serigala dilarang memasuki alam baka, sambil membantu roh tersebut menemukan jalannya sendiri. Tidak ada teka-teki tradisional di dalam game; tantangannya lebih berbentuk rintangan lingkungan. Untuk melewatinya, pemain dapat mengambil alih tubuh hewan lain yang mereka temui.

Setiap hewan memiliki kemampuan unik yang membuka jalur baru:

  • Burung dapat terbang melintasi tebing dan area tinggi.
  • Ikan dapat berenang melewati danau dan sungai.
  • Babihutan, wombat, bebek, dan hewan lain juga memberi akses ke area berbeda.

Dengan menjelajahi dunia dan runtuhan peradaban kuno, pemain mengumpulkan potongan memori yang mengungkap kisah kehidupan sebelumnya serta tragedi yang menimpa peradaban mereka. Semakin banyak ingatan yang ditemukan, semakin dekat pemain menuju kebenaran tentang masa lalu—dan akhirnya, kesempatan untuk masuk ke alam baka.

Alur Cerita

Lost Ember berkisah tentang suku Yanren, yang percaya bahwa jiwa yang benar akan memasuki City of Light, sementara pendosa berat akan terlahir kembali sebagai hewan—disebut lost ember.

Cerita dimulai ketika sebuah jiwa tersesat—berwujud cahaya kecil—menemukan seekor serigala yang dapat melihat dan mendengarnya. Saat menemukan kalung bertuliskan Kalani, roh Kalani muncul dan memberi tahu bahwa serigala itu harus membantu sang lost ember. Dari sini, terungkap bahwa Kalani adalah manusia yang pernah hidup, dan serigala ini diyakini sebagai reinkarnasinya.

Melalui ingatan yang terkunci, serigala dan sang orb mengetahui masa lalu Kalani:

  • Kalani adalah gadis Yanren yang muak dengan kelaparan dan kemiskinan akibat kekejaman sang Kaisar.
  • Sahabatnya, Wayla, sakit parah dan terlantar.
  • Kalani memilih jalur perlawanan bersenjata, sementara Wayla mendesak jalan damai.
  • Aksi pemberontakan Kalani membuat ayahnya, Atevo, anggota Sinchi Guard, terpaksa ikut menumpas pemberontakan—tindakan yang menyebabkan desa terbakar dan Wayla tewas.
  • Kalani melanjutkan pemberontakan hingga menghancurkan Temple of Light, membuat orb merasa jijik dan meninggalkannya.

Namun, saat mereka membuka memori terakhir, kebenaran pahit muncul:

  • Orb itu sebenarnya adalah jiwa Atevo, bukan Kalani.
  • Kalani bukan mati dalam perang, melainkan jatuh dari tebing setelah didorong secara tidak sengaja oleh Atevo saat mereka berdebat.
  • Atevo-lah yang kemudian menguburkan Kalani dengan hormat.

Saat Atevo akhirnya mengakui dosanya, City of Light palsu yang mereka kejar runtuh. Roh Kalani muncul dan mengungkap kebenaran terakhir:

  • Serigala itu bukan reinkarnasi Kalani, melainkan serigala yang dulu diselamatkan Kalani dari sang Kaisar dan menemaninya ketika ia melarikan diri.

Dalam momen terakhir, Atevo dan Kalani akhirnya berdamai dan naik ke City of Light yang sesungguhnya, sementara sang serigala—yang ternyata hanya hewan setia—menyaksikan mereka memudar bersama matahari terbit.

Development

Lost Ember dikembangkan oleh Mooneye Studios setelah kampanye crowdfunding yang sukses pada tahun 2016. Dukungan komunitas memungkinkan proyek ini berkembang menjadi sebuah game petualangan naratif yang berfokus pada eksplorasi dan emosi.

Game ini dirilis pada akhir 2019 untuk Windows, PlayStation 4, dan Xbox One, membawa pengalaman visual dan cerita yang kuat kepada pemain di platform utama. Kemudian, pada September 2020, Lost Ember juga hadir di Nintendo Switch, memperluas jangkauannya ke pemain yang lebih menyukai pengalaman portabel.

Reception

Lost Ember mendapat tanggapan campuran, dengan beberapa kritikus sangat memuji konsep dan presentasinya, sementara yang lain menyoroti kekurangan teknis dan gameplay yang minim tantangan.

Luke Kemp dari PC Gamer memberi skor 90/100, menyebutnya sebagai pengalaman yang unik, menyentuh, dan penuh kecintaan pada alam. Di sisi lain, Richard Hoover dari Adventure Gamers memberi 3/5, menyatakan bahwa mekanik berganti-ganti tubuh hewan memang menarik, namun dunia yang indah itu terasa kurang memiliki aktivitas bermakna.

Untuk versi konsol, kritik lebih keras. Jon Bailes dari Polygon mengeluhkan kinerja yang buruk di PS4, dan meski mengakui game ini membaik menjelang akhir, ia merasa Lost Ember terlalu lambat berkembang dan kalah impresif jika dibandingkan dengan Journey.

Brett Posner-Ferdman dari Nintendo Life juga mengkritik performa versi Nintendo Switch, memberi nilai 4/10 dan menyimpulkan bahwa game ini gagal memenuhi potensinya di hampir semua aspek.

Penutupan

Lost Ember berdiri sebagai pengalaman petualangan yang lebih mengutamakan emosi, suasana, dan cerita daripada mekanik permainan yang kompleks. Dengan visual yang lembut, konsep reinkarnasi yang menyentuh, serta kemampuan menjelajah dunia lewat berbagai hewan, game ini berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi pemain yang menghargai narasi dan atmosfer.

Meski performa teknis dan ritme permainan sempat dikritik, Lost Ember tetap diingat sebagai karya yang indie, artistik, dan penuh hati—sebuah perjalanan sunyi tentang penyesalan, rekonsiliasi, dan mencari cahaya setelah kegelapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *