Street Fighter V – Evolusi Seni Bertarung dalam Dunia Digital

Seri Street Fighter adalah legenda dalam dunia video game. Sejak pertama kali muncul pada tahun 1987, ia telah menjadi salah satu pondasi utama genre fighting game. Puncaknya terjadi dengan Street Fighter II pada awal 90-an, yang melahirkan fenomena arcade global dan menetapkan standar kompetisi pertarungan satu lawan satu. Setiap generasi berikutnya menghadirkan inovasi, dari Street Fighter III dengan animasi 2D halus, hingga Street Fighter IV yang sukses menghidupkan kembali minat pemain pada 2008.

Pada tahun 2016, Capcom merilis Street Fighter V, seri kelima dalam lini utama. Game ini membawa banyak perubahan besar, baik dalam mekanisme gameplay maupun pendekatan distribusi. Meski awalnya kontroversial karena peluncuran yang dianggap belum lengkap, Street Fighter V pada akhirnya tumbuh menjadi salah satu game fighting paling penting di era modern, terutama di ranah kompetitif.

Latar Belakang dan Peluncuran

Street Fighter V dirilis eksklusif untuk PlayStation 4 dan PC, dengan dukungan cross-platform sehingga pemain dari kedua sistem bisa bertarung bersama. Capcom memutuskan untuk menjadikan SFV sebagai platform jangka panjang: alih-alih meluncurkan sekuel cepat, game ini akan terus diperbarui dengan konten baru melalui update dan ekspansi musiman.

Namun, peluncurannya di Februari 2016 mendapat kritik keras. Game dasar hanya berisi 16 karakter dan minim mode untuk pemain kasual. Mode Story lengkap belum hadir, mode Arcade absen, dan konten offline terasa sangat terbatas. Banyak yang menilai Capcom terlalu terburu-buru merilis game ini demi memanfaatkan kalender kompetisi eSports.

Meski begitu, fondasi gameplay-nya mendapat pujian, dan seiring waktu melalui update serta edisi tambahan, Street Fighter V berkembang jauh melampaui awal yang mengecewakan.

Gameplay – Kembali ke Inti Pertarungan

Street Fighter V tetap setia pada format klasik: pertarungan 1v1 dengan dua ronde, di mana pemain harus mengurangi health bar lawan menggunakan serangan normal, spesial, dan super move.

Namun, SFV membawa sejumlah inovasi:

V-System
Elemen baru yang mendefinisikan identitas game ini. V-System terbagi dalam beberapa bagian:

V-Skill: kemampuan khusus unik tiap karakter, dapat digunakan kapan saja. Misalnya, Ryu bisa melakukan parry, sementara Cammy bisa melakukan serangan akrobatik.

V-Trigger: kemampuan kuat yang diaktifkan saat V-Gauge penuh, memberi buff besar atau akses ke serangan baru. Contoh: Ryu mendapat Hadoken lebih kuat, Necalli bisa masuk mode transformasi.

V-Reversal: gerakan defensif untuk keluar dari tekanan lawan, dengan mengorbankan sebagian V-Gauge.

Sistem ini membuat setiap karakter terasa lebih unik dan memberi pemain pilihan strategi berbeda.

Mekanisme yang Lebih Aksesibel
Dibanding Street Fighter IV yang terkenal teknis dengan fokus pada FADC (Focus Attack Dash Cancel), SFV lebih ramah bagi pemula. Input gerakan lebih sederhana, combo lebih mudah dieksekusi, dan tempo pertarungan sedikit lebih lambat. Hal ini membuat game lebih mudah diakses, meski tetap menyimpan kedalaman bagi pemain kompetitif.

Stun Bar
Kini terlihat jelas di layar, sehingga pemain bisa menilai risiko serangan ofensif dan momen kritis saat lawan hampir pingsan.

Karakter

Game dasar menghadirkan 16 karakter, campuran wajah lama dan pendatang baru:

Karakter klasik: Ryu, Ken, Chun-Li, Zangief, Dhalsim, M. Bison, Vega, Cammy.

Karakter favorit Street Fighter IV yang kembali: Birdie, Nash, Karin, Rainbow Mika.

Karakter baru: Necalli (petarung liar dengan kekuatan mistis), Rashid (ahli teknologi dan parkour), Laura (ahli jiu-jitsu Brasil), F.A.N.G (penjahat unik dengan serangan beracun).

Seiring waktu, jumlah karakter bertambah melalui DLC dan update, hingga akhirnya SFV memiliki lebih dari 40 petarung dengan gaya unik.

Mode Permainan

Walaupun awalnya miskin konten, SFV kemudian mendapatkan berbagai mode:

Story Mode “A Shadow Falls” – mode sinematis yang menampilkan cerita penuh, memperlihatkan konflik antara Shadaloo dan pahlawan dunia.

Arcade Mode – ditambahkan belakangan, memberi pengalaman klasik melawan CPU dengan jalur cerita tiap karakter.

Training & Survival – untuk berlatih combo dan bertahan melawan gelombang musuh.

Online Ranked & Casual Match – inti kompetisi, dengan sistem ranking global.

Visual dan Atmosfer

Dengan Unreal Engine 4, Street Fighter V menampilkan visual penuh warna dengan gaya semi-realistis. Karakter ikonik dihadirkan dengan desain baru, misalnya Ken dengan rambut terurai, atau Dhalsim yang kini berjanggut panjang. Animasi serangan terasa lebih ekspresif, dan efek pukulan lebih dramatis, memberi sensasi pertarungan yang intens.

Arena pertarungan pun beragam, mulai dari jalanan Brasil, kuil di Thailand, hingga panggung Shadaloo penuh teknologi futuristik. Musik khas Street Fighter tetap hadir, dengan remix modern dari lagu tema klasik.

Ranah Kompetitif dan eSports

Street Fighter V memang dirancang untuk kompetisi eSports, khususnya melalui ajang Capcom Pro Tour dan EVO. Sejak tahun pertama, game ini langsung menjadi salah satu pilar turnamen fighting terbesar di dunia.

Pemain profesional seperti Daigo Umehara, Tokido, Infiltration, Punk, hingga MenaRD mencetak sejarah baru melalui pertandingan epik. SFV menjadi bukti bahwa meski fighting game adalah genre lama, ia tetap bisa eksis di panggung global modern.

Resepsi

Saat rilis, SFV mendapat kritik karena minimnya konten offline. Metacritic mencatat skor sekitar 77/100. Namun, pujian datang untuk gameplay inti yang solid dan sistem V-System yang segar.

Setelah bertahun-tahun update, banyak kritik awal teratasi. Edisi Street Fighter V: Arcade Edition (2018) dan Champion Edition (2020) dipuji karena konten lengkap dan roster besar. Pada akhirnya, SFV dianggap sebagai salah satu fighting game paling berpengaruh di era modern, meski peluncurannya dianggap kontroversial.

Kesimpulan

Street Fighter V adalah game yang berawal penuh kontroversi, namun berkembang menjadi salah satu seri Street Fighter terkuat. Dengan mekanik V-System, roster beragam, visual energik, serta dukungan kompetitif jangka panjang, game ini berhasil menjaga warisan Street Fighter sekaligus membuka jalan bagi generasi baru pemain.

Meski sempat dikritik karena rilis “setengah matang,” perjalanan panjang update membuat SFV menjadi contoh nyata bahwa sebuah game bisa berevolusi menjadi mahakarya dengan dukungan pengembang dan komunitas.

Bagi penggemar lama maupun pemain baru yang ingin mencicipi seni bertarung digital, Street Fighter V adalah bukti bahwa seri legendaris ini masih relevan, dan pertarungan “Hadouken vs Shoryuken” akan terus hidup di hati gamer di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *