Squad adalah game first-person shooter (FPS) taktis berbasis militer modern yang dikembangkan oleh Offworld Industries. Berbeda dengan game FPS arcade yang menitikberatkan aksi cepat dan kill individu, Squad menempatkan kerja sama tim, komunikasi, dan strategi sebagai inti utama gameplay. Game ini menghadirkan pertempuran skala besar dengan hingga 100 pemain dalam satu map, menciptakan simulasi perang yang terasa intens, realistis, dan penuh tekanan.

Dirilis untuk PC, Squad menjadi pilihan utama bagi pemain yang menginginkan pengalaman perang mendekati simulasi militer tanpa menghilangkan unsur keseruan bermain game.

  1. Konsep Gameplay Berbasis Taktik dan Komunikasi

Hal paling menonjol dari Squad adalah sistem gameplay-nya yang sangat bergantung pada koordinasi. Pemain dibagi ke dalam beberapa squad kecil, masing-masing dipimpin oleh seorang Squad Leader. Setiap squad memiliki peran spesifik di medan perang, mulai dari infanteri, logistik, hingga kendaraan lapis baja.

Tidak seperti FPS biasa, komunikasi suara (voice chat) di Squad bukan sekadar fitur tambahan, tetapi kunci kemenangan. Pemain harus aktif berkomunikasi untuk:

melaporkan posisi musuh,

meminta dukungan logistik,

mengatur serangan atau pertahanan,

serta mengoordinasikan pergerakan unit.

Tanpa komunikasi yang baik, sebuah tim hampir pasti akan kalah, seberapa pun jago aim individunya.

  1. Sistem Role dan Kelas yang Realistis

Squad menawarkan berbagai kelas atau role yang masing-masing memiliki fungsi penting. Beberapa role utama antara lain:

Rifleman – tulang punggung infanteri dengan suplai amunisi.

Medic – satu-satunya yang bisa menyelamatkan rekan yang terluka parah.

Squad Leader – pemimpin tim yang dapat membangun spawn point dan memanggil dukungan.

Automatic Rifleman – memberikan suppressive fire.

Anti-Tank – spesialis menghancurkan kendaraan lapis baja.

Engineer – membangun dan menghancurkan struktur.

Setiap role tidak bisa digantikan sembarangan. Kehilangan seorang medic, misalnya, dapat mengubah jalannya pertempuran secara drastis.

  1. Map Luas dan Pertempuran Skala Besar

Peta dalam Squad dirancang sangat luas, mencakup berbagai medan seperti:

gurun Timur Tengah,

hutan Eropa Timur,

kota-kota hancur akibat perang,

pegunungan bersalju.

Setiap map memiliki skala realistis dengan jarak tembak yang jauh, membuat pemain harus memahami balistik senjata, jarak, dan sudut pandang. Tidak jarang pemain tertembak dari ratusan meter tanpa mengetahui dari mana asal tembakan, menambah ketegangan permainan.

Lingkungan juga dapat dimanfaatkan secara taktis, seperti menggunakan bangunan sebagai perlindungan atau bukit untuk posisi sniper.

  1. Kendaraan dan Logistik Perang

Berbeda dengan FPS biasa, kendaraan di Squad tidak bisa digunakan sembarangan. Kendaraan seperti:

truk logistik,

APC (Armored Personnel Carrier),

IFV (Infantry Fighting Vehicle),

tank tempur utama,

helikopter,

memiliki peran krusial dalam strategi tim. Kendaraan membutuhkan kru khusus dan koordinasi matang. Kesalahan kecil dapat membuat kendaraan mahal hancur sia-sia.

Logistik juga menjadi elemen vital. Tanpa suplai amunisi dan pembangunan forward base, tim tidak bisa bertahan lama. Inilah yang membuat Squad terasa seperti simulasi perang sesungguhnya.

  1. Realisme Senjata dan Sistem Damage

Squad menghadirkan sistem senjata yang sangat realistis. Tidak ada hit marker atau indikator damage berlebihan. Pemain harus:

memperhitungkan recoil,

memahami balistik peluru,

mengatur posisi menembak,

serta mengelola stamina.

Satu atau dua tembakan bisa langsung melumpuhkan pemain, sehingga pergerakan ceroboh sangat berbahaya. Sistem downed dan revive membuat kerja sama tim semakin penting.

  1. Visual dan Audio yang Imersif

Secara visual, Squad tidak mengejar gaya sinematik berlebihan, tetapi fokus pada detail realistis. Efek ledakan, asap, dan suara tembakan terasa autentik. Audio memainkan peran penting—pemain dapat menentukan arah tembakan, jenis senjata, hingga jarak musuh hanya dari suara.

Suasana medan perang terasa mencekam, terutama saat artileri mulai menghujani area atau helikopter terbang rendah di atas kepala.

  1. Komunitas dan Pengalaman Multiplayer

Komunitas Squad dikenal dewasa dan serius. Banyak server menerapkan aturan ketat untuk menjaga kualitas permainan, seperti larangan bermain egois atau tidak mengikuti perintah Squad Leader.

Pengalaman bermain menjadi sangat memuaskan ketika satu tim berhasil menjalankan strategi dengan baik, dari awal hingga akhir pertandingan.

Kesimpulan

Squad bukan game FPS untuk semua orang. Game ini menuntut kesabaran, komunikasi, dan kemauan bekerja sama. Namun bagi pemain yang mencari pengalaman perang modern yang realistis dan mendalam, Squad adalah salah satu game terbaik di kelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *