
Hades II – Kegelapan Baru, Dewi Baru, dan Evolusi Roguelike yang Lebih Ambisius
Hades II adalah sekuel dari game roguelike fenomenal Hades (2020) yang dikembangkan oleh Supergiant Games. Setelah kesuksesan besar game pertamanya yang memadukan aksi cepat, narasi kuat, dan presentasi artistik memukau, Hades II hadir dengan tantangan besar: melampaui ekspektasi. Alih-alih sekadar mengulang formula lama, Supergiant memilih jalur berani dengan memperkenalkan protagonis baru, mitologi yang lebih gelap, serta sistem gameplay yang lebih kompleks dan fleksibel.
Game ini membuktikan bahwa sekuel tidak harus lebih besar secara kuantitas saja, tetapi juga lebih dalam secara makna dan mekanik.
🌙 Cerita dan Dunia: Melawan Waktu dan Takdir
Jika Hades berfokus pada Zagreus, putra Hades yang mencoba melarikan diri dari dunia bawah, Hades II memperkenalkan protagonis baru bernama Melinoë, putri Hades dan Persephone, sekaligus Dewi Mimpi Buruk dan Sihir. Berbeda dari Zagreus yang memberontak, Melinoë memiliki misi jauh lebih serius: mengalahkan Chronos, Titan Waktu yang bangkit dan mengancam tatanan kosmos.
Cerita kali ini terasa lebih suram dan epik. Ancaman Chronos bukan hanya bersifat personal, tetapi eksistensial, memengaruhi para dewa Olympus dan dunia bawah secara keseluruhan. Narasi tetap disampaikan secara bertahap melalui dialog dinamis, interaksi karakter, dan kematian berulang — ciri khas Supergiant yang membuat kegagalan terasa sebagai bagian dari cerita, bukan hukuman.
🧙 Melinoë: Protagonis dengan Identitas Kuat
Melinoë bukan sekadar “Zagreus versi perempuan”. Ia memiliki kepribadian, motivasi, dan gaya bertarung yang berbeda. Sebagai penyihir sekaligus pejuang, Melinoë mengandalkan:
- sihir ritual
- kutukan
- manipulasi waktu dan elemen
Pendekatan ini membuat gameplay terasa lebih taktis dan variatif. Jika Zagreus menekankan kecepatan dan agresi murni, Melinoë membuka ruang bagi strategi, positioning, dan manajemen sumber daya.
⚔️ Gameplay Roguelike: Lebih Dalam dan Lebih Fleksibel
Inti Hades II tetap berupa aksi roguelike isometrik cepat, tetapi dengan banyak evolusi penting.
🔮 Sistem Sihir dan Mana
Berbeda dari game pertama, Hades II memperkenalkan resource magick (mana) yang digunakan untuk berbagai kemampuan kuat. Pemain harus menyeimbangkan:
- serangan fisik
- spell jarak jauh
- ritual khusus
Ini menambah lapisan strategi baru dalam setiap run.
🗡️ Senjata Baru
Senjata di Hades II memiliki identitas yang sangat berbeda, mulai dari:
- tongkat sihir
- pisau ritual
- sabit kematian
Setiap senjata mendukung gaya bermain unik dan dapat dimodifikasi melalui upgrade serta blessing dari para dewa.
🌊 Struktur Dunia: Jalur Alternatif dan Eksplorasi Lebih Luas
Salah satu perubahan besar adalah struktur dunia yang lebih bercabang. Pemain tidak selalu menempuh rute yang sama dalam setiap percobaan. Ada jalur alternatif, area rahasia, dan pertemuan unik yang membuat setiap run terasa segar.
Lingkungan juga lebih bervariasi, mulai dari dunia bawah yang membusuk hingga wilayah yang dipengaruhi kekuatan waktu Chronos. Variasi ini menjaga ritme permainan tetap menarik meski dimainkan berulang kali.
🏛️ Dewa-Dewi Baru dan Lama
Hades II kembali menghadirkan para dewa Olympus, tetapi juga memperkenalkan tokoh mitologi baru yang jarang disorot. Interaksi dengan para dewa tetap menjadi daya tarik utama, dengan:
- dialog penuh karakter
- konflik antar dewa
- blessing yang memengaruhi build karakter
Blessing kini terasa lebih sinergis, memungkinkan pemain menciptakan build kompleks yang benar-benar terasa “milik sendiri”.
🎨 Visual: Seni Supergiant yang Semakin Matang
Secara visual, Hades II mempertahankan gaya seni khas Supergiant — ilustratif, penuh warna, dan ekspresif — namun dengan detail dan efek yang lebih kaya. Animasi serangan, spell, dan musuh terasa lebih halus dan dramatis.
Desain karakter kembali menjadi sorotan, terutama Melinoë yang tampil elegan sekaligus berbahaya. Dunia game dipenuhi simbolisme mitologi dan estetika gelap yang memperkuat nuansa cerita.
🎵 Musik dan Audio: Atmosfer yang Menggugah
Soundtrack Hades II kembali digarap dengan penuh perhatian, memadukan:
- musik elektronik atmosferik
- gitar khas Supergiant
- nada ritual dan mistis
Musik menyesuaikan intensitas pertempuran dan emosi cerita, sementara voice acting tetap menjadi salah satu yang terbaik di genre ini, membuat setiap karakter terasa hidup.
⭐ Kelebihan Hades II
✔ Protagonis baru dengan identitas kuat
✔ Sistem sihir dan gameplay lebih strategis
✔ Narasi mitologi yang lebih gelap dan ambisius
✔ Visual dan audio berkualitas tinggi
✔ Replayability tinggi dengan variasi run luas
⚠️ Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
• Kompleksitas sistem bisa terasa berat bagi pemain kasual
• Tempo lebih lambat dibanding Hades pertama
• Early Access (jika dimainkan awal) bisa terasa belum sepenuhnya lengkap
🔥 Kesimpulan: Sekuel yang Berani dan Penuh Visi
Hades II adalah contoh ideal bagaimana sekuel seharusnya dibuat: tidak sekadar meniru kesuksesan pendahulunya, tetapi mengembangkannya ke arah baru. Dengan Melinoë sebagai protagonis, sistem sihir yang mendalam, dan cerita mitologi yang lebih gelap, game ini menawarkan pengalaman roguelike yang lebih matang dan ambisius.
