Seputar Dunia Game

Jujutsu Kaisen: Cursed Clash adalah game fighting yang dikembangkan oleh Byking bersama Gemdrops, lalu diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Game ini diadaptasi dari anime Jujutsu Kaisen (2020) karya Gege Akutami, dan resmi meluncur pada 1 Februari 2024 di Jepang untuk Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Windows, Xbox One, serta Xbox Series X/S. Sehari setelahnya, tepat pada 2 Februari 2024, game ini dirilis secara global.

Meski membawa salah satu judul anime paling populer ke ranah game, Cursed Clash justru menerima sambutan yang beragam cenderung negatif. Kritik banyak mengarah ke mode cerita yang dinilai hambar, jumlah karakter yang terlalu sedikit untuk ukuran game fighting modern, kualitas netcode yang buruk, hingga fitur co-op yang dianggap kurang menggigit.

Gameplay dan Plot

Jujutsu Kaisen: Cursed Clash mengambil alur cerita dari musim pertama anime Jujutsu Kaisen serta film Jujutsu Kaisen 0. Mode cerita pemain tunggal berfokus pada perjalanan Yuji Itadori, sang protagonis, yang harus menghadapi berbagai kutukan berbahaya demi melindungi umat manusia di Jepang modern.

Secara gameplay, game ini menghadirkan sistem pertarungan dua lawan dua, di mana pemain bisa memilih dua karakter dari roster dasar berisi 16 petarung. Setiap karakter hadir dengan jurus khasnya masing-masing, sesuai dengan yang ada di serial anime. Pertarungan bisa dilakukan melawan CPU atau melawan pemain lain secara online.

Seiring berjalannya waktu, roster game diperluas lewat konten unduhan, baik gratis maupun berbayar. Tambahan ini mencakup karakter baru serta dua bab cerita tambahan yang diadaptasi dari musim kedua anime, memberi pemain kesempatan untuk melanjutkan kisah terbaru dalam format interaktif.

Daftar Karakter

Permainan Dasar (Base Game):

  • Aoi Todo
  • Eso & Kechizu
  • Hanami
  • Jogo
  • Kento Nanami
  • Mahito
  • Maki Zen’in
  • Megumi Fushiguro
  • Nobara Kugisaki
  • Panda
  • Ryomen Sukuna
  • Satoru Gojo
  • Suguru Geto
  • Toge Inumaki
  • Yuji Itadori
  • Yuta Okkotsu

Karakter Tambahan (DLC & Update):

  • Konten Berbayar (Paid DLC):
    • Satoru Gojo (Muda)
    • Suguru Geto (Muda)
    • Toji Fushiguro
    • Naobito Zen’in
    • Kinji Hakari
  • Pembaruan Gratis (Free Update):
    • Mai Zen’in
    • Momo Nishimiya
    • Noritoshi Kamo
    • Kasumi Miwa
    • Mechamaru (Ultimate)
    • Mei Mei

Perkembangan

Bandai Namco resmi mengumumkan Jujutsu Kaisen: Cursed Clash pada ajang Anime Expo Juli 2023. Pengumuman ini jadi momentum besar karena memperlihatkan bagaimana mereka ingin membawa intensitas pertarungan dari anime langsung ke format game.

Proyek ini dikerjakan bareng oleh dua studio: Byking, yang sebelumnya dikenal lewat game pertarungan berbasis anime, dan Gemdrops, yang berpengalaman menggarap adaptasi action untuk platform modern. Fokus pengembangannya adalah menghadirkan sistem pertarungan dua lawan dua yang sederhana namun tetap mencerminkan jurus khas tiap karakter, seperti teknik kutukan (Cursed Techniques) dan kekuatan Domain Expansion.

Sejak awal, Bandai Namco menargetkan perilisan multi-platform agar game ini bisa menjangkau basis penggemar global anime Jujutsu Kaisen. Untuk itu, mereka menyiapkan game ini agar tersedia di konsol generasi lama (PS4, Xbox One, Switch) sekaligus konsol generasi terbaru (PS5, Xbox Series X/S), plus Windows.

Penerimaan

Jujutsu Kaisen: Cursed Clash mendapat tanggapan beragam hingga cenderung negatif dari para kritikus, menurut agregator ulasan Metacritic.

Lewis Parker dari Eurogamer menilai game ini sebagai “produk yang menyamar sebagai permainan,” menyebutnya contoh nyata kelemahan khas genre arena fighter. Ia mengkritik sistem gameplay yang dangkal dan tidak seimbang, visual yang dianggap buruk, mode cerita yang hambar, serta pengalaman online yang mengecewakan.

Nada serupa datang dari Jason Hon (Screen Rant) yang memberikan skor 2,5/5. Ia menyoroti kontrol pertarungan yang kikuk dan sering membuat frustrasi, alur cerita yang mayoritas hanya berupa tayangan gambar dengan pengisi suara yang tidak bersemangat, serta absennya opsi multiplayer lokal.

Meski begitu, beberapa kritikus mengakui ada potensi dalam ide dasar serta animasi yang cukup rapi. Namun, secara keseluruhan, Cursed Clash dianggap gagal memberikan pengalaman pertarungan adaptasi anime yang seharusnya bisa setara dengan popularitas Jujutsu Kaisen itu sendiri.

Penutup

Jujutsu Kaisen: Cursed Clash adalah contoh bagaimana sebuah adaptasi anime populer bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi, kehadiran karakter ikonik, animasi serangan yang cukup keren, serta tambahan DLC yang terus memperluas daftar petarung memberi nilai tambah untuk para penggemar yang hanya ingin merasakan sensasi bertarung bersama tokoh favorit. Namun di sisi lain, game ini terlalu bergantung pada popularitas IP tanpa benar-benar menghadirkan kualitas gameplay yang solid. Mode cerita terasa hambar, sistem pertarungan minim kedalaman, serta performa online yang sering bermasalah jelas menurunkan daya tariknya.

Bagi penggemar berat Jujutsu Kaisen, Cursed Clash masih bisa dipandang sebagai hiburan ringan dan fan service interaktif yang lumayan seru dimainkan sebentar bersama teman. Tapi untuk mereka yang mencari pengalaman fighting game yang seimbang, menantang, dan punya nilai replay tinggi, game ini jelas belum mampu bersaing dengan judul-judul besar lain di genre yang sama. Ke depannya, jika Bandai Namco serius ingin membangun waralaba game dari seri ini, perlu ada perombakan mendasar pada desain pertarungan, mode cerita yang lebih imersif, serta infrastruktur online yang stabil.

Singkatnya, Cursed Clash adalah langkah awal yang kurang meyakinkan. Ia menunjukkan potensi besar dari dunia Jujutsu Kaisen untuk dijadikan game pertarungan kelas atas, tapi untuk saat ini, hasil akhirnya lebih cocok disebut sebagai batu loncatan daripada mahakarya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *