Seputar Dunia Game

Arise: A Simple Story adalah game puzzle–platform yang dikembangkan oleh Piccolo Studio dan dirilis oleh Untold Tales bersama Techland. Dalam permainan ini, pemain mengendalikan seorang pria yang baru saja meninggal, menuntunnya melalui perjalanan di alam setelah kematian sambil ia kembali menyaksikan dan merasakan kenangan hidupnya satu per satu.

Plot

Setelah seorang tetua suku meninggal dan tubuhnya ditempatkan di atas tumpukan pemakaman, ia mulai mengalami kembali seluruh kenangan hidupnya di alam setelah kematian. Pemain menuntunnya melewati rangkaian puzzle yang menggambarkan berbagai momen baik maupun buruk yang pernah ia alami.

Pengembangan

Gaya visual Arise: A Simple Story terinspirasi dari karya Studio Ghibli dan film animasi Disney era awal, terutama Fantasia. Tim artistik mengadaptasi pendekatan akting minimalis ala Clint Eastwood, berusaha mengekspresikan emosi karakter sebanyak mungkin lewat bahasa tubuh daripada dialog.

Desain puzzle dalam game ini juga dibuat selaras dengan kondisi emosional dan usia sang tokoh utama. Saat ia mengenang masa mudanya, teka-teki dibuat lebih dinamis dan penuh energi. Sebaliknya, ketika melewati kenangan di usia tua, puzzle terasa lebih berat dan menekankan tantangan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Nuansa visual pun ikut berubah: cerah dan hangat pada kenangan yang bahagia, lalu redup dan muram saat memori memasuki masa sulit.

Arise: A Simple Story dirilis pada 3 Desember 2019 untuk Microsoft Windows, PlayStation 4, dan Xbox One. Versi Nintendo Switch menyusul pada 28 April 2022. Menurut penerbitnya, Untold Tales, peluncuran di Switch berjalan sangat baik di minggu pertama—dibantu oleh ulasan positif, sorotan dari media sosial resmi Nintendo, diskon pembukaan, serta rekomendasi dari pemain yang mengaitkan game ini dengan judul-judul serupa yang telah sukses.

Penerimaan

Arise: A Simple Story mendapat sambutan positif di Metacritic. Meski beberapa media seperti Polygon dan Game Informer mengkritik elemen platforming yang dianggap bisa membuat frustrasi, keduanya tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap keseluruhan pengalaman yang ditawarkan. Matt Miller dari Game Informer menulis, “Meski memiliki beberapa kekurangan, Arise adalah game yang tahu apa yang ingin disampaikan dan melakukannya dengan lembut serta penuh empati.”

Liam Croft dari Push Square menyebut versi PlayStation 4 sebagai “sebuah pengalaman yang memanjakan setiap indera.” Sementara itu, Will Aickman dari Adventure Gamers menilai versi PC sebagai permainan yang menyentuh dan menggugah pikiran, dengan penyajian cerita yang hampir sepenuhnya tanpa dialog namun tetap kuat.

Game ini juga meraih pengakuan dalam ajang penghargaan. Arise memenangkan kategori Best Adventure Game dan Best Art Direction di Webby Awards 2020. Selain itu, game ini mendapat nominasi untuk Outstanding Achievement in Original Music Composition pada gelaran D.I.C.E. Awards ke-23.

Penutup

Arise: A Simple Story menawarkan perjalanan emosional yang sederhana namun penuh makna. Dengan visual hangat, musik yang menyentuh, serta pendekatan penceritaan yang minim dialog namun kuat secara simbolis, game ini berhasil menghadirkan pengalaman yang berbeda dari kebanyakan judul puzzle–platform lainnya.

Meskipun beberapa aspek platforming sempat menuai kritik, keseluruhan paketnya tetap dipuji karena mampu menyampaikan kisah tentang cinta, kehilangan, dan refleksi pribadi dengan cara yang menyentuh dan mudah diingat. Penghargaan dan nominasi internasional yang diraih semakin menegaskan kualitas artistik yang dibawa oleh Piccolo Studio.

Bagi pemain yang mencari pengalaman yang tenang, emosional, dan memaksa mereka berhenti sejenak untuk merenung, Arise: A Simple Story adalah perjalanan yang layak dijalani sampai akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *