Marvel’s Avengers adalah game aksi-petualangan yang dikembangkan oleh Crystal Dynamics dan dirilis pada tahun 2020, awalnya oleh Square Enix. Terinspirasi dari tim pahlawan super Marvel Comics, Avengers, game ini berfokus pada Kamala Khan — seorang remaja Inhuman yang secara tak sengaja memperoleh kekuatan super saat perayaan A-Day, sebuah hari yang seharusnya menjadi pesta kemenangan Avengers namun berubah menjadi bencana setelah serangan teroris. Avengers kemudian disalahkan atas tragedi tersebut, bubar, dan memberi ruang bagi organisasi ilmiah AIM untuk mengambil alih posisi mereka.
Lima tahun kemudian, ketika AIM mulai berencana memusnahkan seluruh kaum Inhuman, Kamala pun bangkit untuk menyatukan kembali para Avengers dan menghentikan ancaman baru ini

Perilisan dan Resepsi
Marvel’s Avengers diluncurkan pada 4 September 2020 untuk PlayStation 4, Xbox One, Stadia, dan Windows. Versi PlayStation 5 dan Xbox Series X/S menyusul pada 18 Maret 2021, dan pemilik versi PS4 atau Xbox One dapat meng-upgrade secara gratis ke versi next-gen.
Game ini mendapatkan ulasan campuran saat rilis: alur cerita dan mekanik pertarungannya mendapat pujian, tetapi banyak kritik diarahkan pada konten yang repetitif, minimnya konten baru yang berarti, berbagai bug teknis, dan model rilisnya yang dianggap bermasalah.

Meskipun sempat mencatat penjualan awal yang cukup tinggi, game ini gagal bertahan secara komersial dan hanya terjual sekitar 3 juta kopi. Crystal Dynamics menghentikan dukungan resmi untuk Marvel’s Avengers pada September 2023, sekaligus menarik game ini dari seluruh etalase digital.
Gameplay
Marvel’s Avengers adalah game aksi-petualangan orang ketiga yang menampilkan cerita orisinal, bisa dimainkan solo atau secara kooperatif bersama pemain lain. Sistem pertarungannya menggabungkan berbagai elemen seperti serangan jarak dekat, serangan jarak jauh, kemampuan khusus, manuver menghindar, serta pengembangan keterampilan karakter.
Game ini dapat dimainkan secara offline dalam mode pemain tunggal, atau secara daring bersama hingga empat pemain untuk misi-misi tertentu. Pemain juga bisa mengkustomisasi karakter lewat beragam kostum dan peningkatan kemampuan melalui pohon keterampilan.
Kostum diambil dari berbagai cerita dalam semesta Marvel dan dapat diperoleh di dalam game atau dibeli sebagai konten unduhan tambahan (DLC). Crystal Dynamics juga merilis pembaruan gratis secara berkala, berisi wilayah baru dan karakter tambahan yang bisa dimainkan.
Karakter
Marvel’s Avengers menghadirkan berbagai karakter ikonik dari Marvel Universe. Saat pertama kali dirilis, daftar pahlawan yang dapat dimainkan mencakup:
- Natasha Romanoff / Black Widow (disuarakan oleh Laura Bailey)
- Steve Rogers / Captain America (Jeff Schine)
- Tony Stark / Iron Man (Nolan North)
- Bruce Banner / Hulk (Troy Baker / Darin De Paul)
- Kamala Khan / Ms. Marvel (Sandra Saad)
- Thor Odinson (Travis Willingham)
Setelah peluncuran awal, sejumlah pahlawan baru juga ditambahkan secara gratis melalui update konten:

- Kate Bishop / Hawkeye II (Ashly Burch) – Desember 2020
- Clint Barton / Hawkeye (Giacomo Gianniotti) – Maret 2021
- T’Challa / Black Panther (Christopher Judge) – Agustus 2021
- Peter Parker / Spider-Man (Sean Chiplock) – November 2021, khusus versi PlayStation
- Jane Foster / The Mighty Thor (Zehra Fazal) – Juni 2022
- Bucky Barnes / Winter Soldier (Scott Porter) – November 2022
Musuh
Musuh utama dalam game ini adalah organisasi Advanced Idea Mechanics (AIM), yang menggantikan peran Avengers sebagai penjaga perdamaian setelah mereka bubar pasca tragedi A-Day. AIM dipimpin oleh Monica Rappaccini (Jolene Andersen) dan George Tarleton / MODOK (Usman Ally), yang mengalami mutasi parah akibat peristiwa A-Day. AIM berjanji akan menyembuhkan apa yang mereka sebut sebagai “penyakit Inhuman,” sekaligus melarang keberadaan pahlawan super.
Musuh lainnya yang muncul dalam cerita utama termasuk:


- Emil Blonsky / Abomination (Jamieson Price)
- Tony Masters / Taskmaster (Walter Gray IV)
- Loki (Travis Willingham)
Sementara itu, konten tambahan (DLC) memperkenalkan lebih banyak penjahat, di antaranya:
Super-Adaptoid, Lyle Getz (Darin De Paul), Maestro (Darin De Paul), Ulysses Klaue / Klaw (Steve Blum), dan Brock Rumlow / Crossbones (Fred Tatasciore).
Karakter Pendukung
Selain karakter utama, ada juga sejumlah karakter pendukung tidak dapat dimainkan (NPC) yang muncul dalam cerita, seperti:
J.A.R.V.I.S. (AI milik Tony Stark — Harry Hadden-Paton), Hank Pym (Danny Jacobs), Phil Sheldon (Walter Gray IV), Nick Fury (Charles Parnell), Maria Hill (Jennifer Hale), Dum Dum Dugan (Greg Baldwin), Jimmy Woo (Aleks Le), Dante Pertuz (Michael Johnston), Cerise (Cherry Thompson), Yusuf Khan (Brian George), Justin Hammer (Nicolas Roye), Lucky the Pizza Dog, Shuri (Erica Luttrell), Okoye (Debra Wilson), Zawavari (Dave Fennoy), Liz Allan (Elizabeth Grullon), dan Mark Raxton (James Arnold Taylor).

Cerita Utama
Marvel’s Avengers dimulai saat perayaan A-Day di San Francisco berubah menjadi bencana. Serangan Taskmaster menyebabkan ledakan Kristal Terrigen di helikopter Chimera, menewaskan Captain America dan menyebarkan kabut Terrigen yang memicu kekuatan super pada banyak orang, termasuk Kamala Khan. Avengers disalahkan dan bubar, sementara organisasi ilmiah AIM mengambil alih peran mereka.
Lima tahun kemudian, Kamala menemukan bukti bahwa AIM terlibat dalam tragedi A-Day. Ia melacak sisa-sisa Avengers dan berhasil menyatukan kembali Bruce Banner, Tony Stark, Natasha Romanoff, dan Thor. Mereka kemudian menemukan bahwa Steve Rogers ternyata masih hidup, disandera AIM untuk dimanfaatkan darahnya demi menciptakan pasukan Adaptoid dan memperkuat George Tarleton — yang kini berubah menjadi mutan raksasa bernama MODOK.

Dalam pertempuran akhir, MODOK membangkitkan robot raksasa Kree Sentry untuk memusnahkan seluruh Inhuman. Kamala menggunakan kekuatan peregangannya hingga tumbuh menjadi raksasa dan menghancurkan Kree Sentry, menjatuhkan MODOK ke laut. Setelah kemenangan itu, Avengers resmi bersatu kembali.
Adegan pasca-cerita menunjukkan Monica Rappaccini mengambil alih AIM sebagai Scientist Supreme, sementara Maria Hill mulai mengerahkan Avengers untuk menumpas sisa-sisa organisasi tersebut.
Perluasan Cerita
Ekspansi karakter Kate Bishop di Marvel’s Avengers mendapat banyak pujian, terutama dari sisi gameplay, pengisi suara, dan cerita yang dibawakan. Banyak yang menilai kehadiran Kate memberi warna baru pada tim Avengers.


Ashly Burch sebagai pengisi suara berhasil membawakan karakter Kate dengan penuh karisma dan celetukan khas yang jenaka, membuat interaksinya terasa hidup dan menyenangkan. Beberapa kritikus menyebut bahwa justru kepribadian dan dialog Kate yang membuatnya menonjol, bukan hanya kekuatan atau kemampuan bertarungnya.

Meski begitu, ada juga yang merasa kontennya terlalu singkat dan belum cukup besar untuk menarik kembali banyak pemain lama. Mereka menilai Kate membawa energi muda layaknya Kamala Khan dan kecerdasan tajam seperti Tony Stark, dengan gaya bertarung unik gabungan serangan jarak dekat, jarak jauh, dan kemampuan teleportasi — namun ekspansinya dianggap hanya pengantar singkat, bukan perluasan berskala besar yang mampu menghidupkan ulang game sepenuhnya.


Penerimaan
Marvel’s Avengers menerima ulasan yang beragam dari para kritikus menurut situs agregator Metacritic. Beberapa memuji cerita dan pertarungannya, sementara banyak juga yang menyoroti masalah teknis, repetisi, dan sistem progres yang membingungkan.
Destructoid memberi skor 6/10 dan menyebut game ini “sedikit di atas rata-rata” — menyenangkan untuk penggemar genre, tapi berpotensi mengecewakan sebagian pemain. Shacknews mengapresiasi kampanye dan kemampuan unik tiap karakter, namun mengkritik tampilan menu yang rumit dan bug yang mengganggu.
USgamer memberi nilai 2,5/5 bintang, menyebut cerita pemain tunggalnya luar biasa dan memperkenalkan Ms. Marvel dengan menawan, tetapi menganggap bagian akhir game gagal karena matchmaking yang rusak, progres karakter yang membingungkan, dan level serta musuh yang terasa diulang-ulang.




Electronic Gaming Monthly menilai game ini menyia-nyiakan potensinya dengan sistem game-as-a-service yang repetitif, sementara Game Informer justru memberi skor tinggi 8,75/10, memuji pertarungan yang mendebarkan dan sisi manusiawi tiap karakter. IGN memberi nilai 6/10, mengapresiasi sensasi superhero dan pertarungannya, tapi mengkritik loot system, masalah teknis, dan konten akhir yang membosankan serta daur ulang.
