
Artikel 800 Kata: Steelrising – Aksi Soulslike dengan Sentuhan Revolusi Prancis yang Unik
Steelrising, yang dirilis pada tahun 2022 oleh Spiders Studio, hadir sebagai sebuah game action-RPG bergaya soulslike yang unik karena menggabungkan elemen sejarah alternatif, robotik, dan atmosfer Revolusi Prancis. Game ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan judul soulslike lain yang lebih gelap dan berfokus pada fantasi. Steelrising justru membawa pemain ke Paris yang hancur oleh pemberontakan automaton—robot mekanis yang diciptakan raja Louis XVI. Dengan kombinasi estetika steampunk dan sejarah Eropa, game ini berhasil menawarkan pengalaman yang terasa segar sekaligus menantang.
Setting dan Premis Cerita
Steelrising mengambil latar pada tahun 1789, namun bukan versi sejarah seperti yang kita kenal. Dalam timeline alternatif ini, Raja Louis XVI menggunakan automaton sebagai tentara mekanis untuk menekan Revolusi Prancis. Paris berubah menjadi kota yang dipenuhi teror, di mana jalan-jalan diblokade, rakyat disiksa, dan para pemberontak diburu oleh pasukan besi yang tidak mengenal ampun.
Pemain berperan sebagai Aegis, sebuah automaton canggih yang bertindak sebagai penjaga pribadi Ratu Marie Antoinette. Tidak seperti robot lainnya, Aegis memiliki kesadaran dan kebebasan berpikir. Tugas utama Aegis adalah mencari kebenaran di balik kegilaan raja dan menghentikan kekejaman automaton yang telah mengubah Paris menjadi medan perang logam.
Cerita berkembang melalui interaksi dengan tokoh-tokoh sejarah seperti Lafayette, Robespierre, dan Mirabeau, yang semuanya direinterpretasi dengan gaya steampunk. Pendekatan ini menjadikan narasi Steelrising menarik bagi pemain yang menyukai sejarah sekaligus fantasi ilmiah.
Gameplay: Soulslike yang Lebih Ramah Pemula
Dari sisi gameplay, Steelrising mengikuti formula soulslike klasik: pertarungan yang sulit, stamina yang terbatas, dan musuh yang kuat. Namun Spiders Studio memberi beberapa sentuhan yang membuat game ini lebih ramah untuk pemain baru genre ini. Salah satunya adalah Assist Mode, yang memungkinkan pemain menyesuaikan tingkat kesulitan seperti pengurangan damage, regenerasi stamina lebih cepat, atau pengurangan kehilangan Anima (mata uang EXP game) saat mati. Fitur ini membuat Steelrising dapat dinikmati oleh lebih banyak kalangan tanpa menghilangkan inti tantangan soulslike.
Pertarungan dalam game cukup cepat dan responsif. Aegis dapat menggunakan berbagai jenis senjata, mulai dari kipas logam, tombak mekanik, hingga sarung tangan api yang memungkinkan pemain menyesuaikan gaya bertarung. Setiap senjata memiliki kombo, karakteristik, serta kemampuan elemental seperti frost, flame, dan shock yang penting untuk menghadapi musuh tertentu.
Selain pertarungan, mobilitas adalah aspek penting gameplay. Aegis dapat melakukan dash cepat, melompat, menggunakan grapple hook, dan memanjat area tertentu sehingga eksplorasi terasa dinamis. Kemampuan traversal ini membuka jalan bagi level design semi-open world yang kaya jalur rahasia dan shortcut ala game soulslike.
Musuh dan Boss– Kreatif Namun Brutal
Desain musuh di Steelrising menjadi salah satu daya tarik utama. Automaton yang berkeliaran di Paris memiliki bentuk unik yang terinspirasi dari instrumen musik, peralatan kerja zaman Revolusi Prancis, hingga ornament kerajaan Prancis.
Contohnya:
- robot pemain drum yang menyerang dengan gelombang suara,
- automaton penembak panah api berbentuk penjaga istana,
- raksasa mekanis yang membawa lonceng besar sebagai senjata.
Pertarungan boss juga dirancang dengan detail tinggi. Banyak boss berukuran besar, penuh ornamen logam, dan memiliki pola serangan yang memaksa pemain sabar menganalisis timing. Meski tidak setinggi tingkat kesulitan Dark Souls, boss-boss Steelrising tetap menantang dan memuaskan ketika berhasil dikalahkan.
Visual dan Atmosfer: Paris Steampunk yang Indah dan Suram
Secara visual, Steelrising memadukan keindahan arsitektur klasik Paris dengan elemen mekanik steampunk. Jalan-jalan sempit, gedung tua, istana megah, hingga lokasi ikonik seperti Seine, Bastille, dan Notre-Dame ditampilkan dengan gaya gelap namun elegan. Efek cahaya, kabut asap, dan warna tembaga serta besi mendominasi tampilan game, menciptakan atmosfer dunia yang runtuh namun mempesona.
Desain karakter Aegis adalah salah satu yang paling menonjol. Tubuhnya yang terbuat dari logam dengan sentuhan estetika boneka porselen menjadikannya tokoh utama yang unik dibanding protagonis soulslike lainnya.
Audio dan Musik
Musik dalam Steelrising banyak menggunakan instrumen klasik khas Prancis seperti harpsichord, violin, dan orkestra ringan yang dipadukan dengan nada mekanis. Hasilnya adalah soundtrack yang elegan namun misterius. Efek suara serangan besi saling berbenturan, derit mesin automaton, dan atmosfer kota yang sepi meningkatkan immersi pemain.
Kelebihan
- Setting sejarah alternatif yang unik dan jarang digunakan.
- Desain musuh kreatif dan estetika steampunk yang kuat.
- Gameplay soulslike yang lebih dapat diakses berkat Assist Mode.
- Pertarungan cepat dan fleksibel dengan berbagai jenis senjata.
- Eksplorasi kota Paris yang menarik dengan traversal variatif.
Kekurangan
- AI musuh kadang terasa kurang agresif.
- Beberapa area terlihat repetitif dari sisi visual.
- Cerita menarik tapi penyampaiannya agak datar pada beberapa bagian.
- Optimisasi teknis di beberapa platform masih bisa lebih baik.
Kesimpulan
Steelrising merupakan game soulslike yang berani tampil berbeda lewat perpaduan unik antara Revolusi Prancis dan dunia robot steampunk. Meski tidak sekompleks Dark Souls atau Elden Ring, game ini menawarkan pengalaman segar dengan cerita menarik, pertarungan cepat, serta setting yang memukau. Bagi pemain yang ingin mencoba soulslike dengan pendekatan lebih ramah pemula namun tetap menantang, Steelrising adalah pilihan yang sangat layak.
