Seputar Dunia Game

Deathground adalah game horor bertahan hidup (survival horror) yang saat ini sedang dikembangkan sekaligus diterbitkan oleh Jaw Drop Games. Proyek ini pertama kali diumumkan lewat kampanye Kickstarter pada Juli 2020, yang bertujuan menggalang dana awal dari komunitas untuk memulai pengembangannya.

Game ini dikembangkan khusus untuk platform Windows (PC) dan dirancang untuk memberikan pengalaman bertahan hidup kooperatif di mana pemain harus menghadapi makhluk-makhluk prasejarah berbahaya, termasuk dinosaurus, sambil mencari cara untuk lolos dari area yang mematikan.

Menurut jadwal pengembang, Deathground akan dirilis dalam format akses awal (Early Access) di Steam pada akhir tahun 2025, sebelum nantinya diluncurkan sebagai versi penuh setelah masa pengembangan bersama komunitas selesai.

Latar Belakang dan Pengembangan

1.1 Konsep Awal

Ide untuk Deathground lahir dari keinginan tim Jaw Drop Games menciptakan pengalaman horor multipemain yang memadukan ketegangan ala Alien: Isolation dengan ancaman predator tak terduga seperti dalam Jurassic Park.

Berbeda dengan sebagian besar game bertema dinosaurus yang menekankan aksi tembak-menembak, Deathground diarahkan sebagai pengalaman survival yang lebih menekankan stealth, manajemen sumber daya, dan atmosfer teror. Pemain tidak diarahkan untuk membantai dinosaurus dalam jumlah besar, melainkan menghindari, mengecoh, dan melarikan diri dari mereka.

1.2 Kampanye Pendanaan

  • Juli 2020: Deathground diumumkan ke publik bersamaan dengan dimulainya kampanye Kickstarter.
  • Kampanye tersebut melampaui target pendanaan dalam beberapa minggu pertama, menunjukkan antusiasme komunitas untuk konsep horor dinosaurus kooperatif.

1.3 Tim Pengembang

Jaw Drop Games merupakan studio kecil yang sebagian anggotanya adalah veteran industri yang pernah terlibat dalam pengembangan judul-judul besar AAA dan proyek indie. Tim ini menyatakan fokus mereka adalah menghadirkan game dengan kualitas atmosfer tinggi, gameplay intens, dan rasa ketakutan konstan.

Alur Cerita dan Setting

2.1 Premis Dunia

Deathground mengambil latar di sebuah fasilitas penelitian rahasia berteknologi tinggi yang terletak di area terpencil. Fasilitas ini dirancang untuk mengembangbiakkan, meneliti, dan mengendalikan dinosaurus hasil rekayasa genetika.

Namun, eksperimen tersebut gagal: sistem keamanan runtuh, dan para dinosaurus berhasil lolos dari kurungan mereka. Pemain mengambil peran sebagai tim penyintas (survivor team) yang ditugaskan untuk menyusup ke fasilitas tersebut guna mengekstrak data penting sekaligus mencari jalan keluar.

2.2 Tema Cerita

Cerita Deathground tidak disampaikan secara linear seperti dalam campaign naratif penuh, melainkan diceritakan secara lingkungan (environmental storytelling). Pemain menemukan log audio, terminal komputer, catatan staf, dan bukti kerusakan fasilitas yang perlahan-lahan mengungkap apa yang terjadi di balik kegagalan proyek ini.

Gameplay

Deathground adalah game horor bertahan hidup (survival horror) yang dimainkan dari sudut pandang orang pertama (first-person). Pemain berperan sebagai manusia yang terperangkap di dalam fasilitas dan area berbahaya, dan harus bertahan hidup melawan kawanan dinosaurus yang berkeliaran memburu mereka.

Game ini bisa dimainkan secara solo atau kooperatif bersama hingga tiga pemain. Sebelum memulai, pemain dapat memilih satu dari tiga kelas karakter berbeda, masing-masing membawa kemampuan dan peran unik untuk mendukung kerja sama tim.

Selama permainan, pemain akan menyusuri berbagai lingkungan dan fasilitas, mencari petunjuk, menyelidiki area, serta mengumpulkan sumber daya penting untuk menyelesaikan tujuan yang diperlukan agar bisa melarikan diri hidup-hidup.

Saat ini, game menampilkan empat jenis dinosaurus mematikan dengan tingkat ancaman berbeda:

  • Compsognathus – kecil, gesit, sering menyerang dalam jumlah banyak
  • Utahraptor – cepat dan agresif, cocok menyergap dari bayangan
  • Allosaurus – predator besar yang tahan serangan dan sangat mematikan
  • Tyrannosaurus rex – raksasa dominan yang menjadi ancaman paling mematikan di game ini

Setiap pertemuan dengan dinosaurus menuntut strategi, koordinasi tim, dan manajemen sumber daya yang hati-hati, karena suara, cahaya, dan gerakan pemain dapat memicu perhatian mereka.

Pengembangan dan Rilis

Deathground pertama kali diumumkan pada Juli 2020 oleh studio indie asal Inggris, Jaw Drop Games. Saat itu, game ini telah dikerjakan selama lebih dari enam bulan dan seluruh biaya awalnya ditanggung secara mandiri oleh tim pengembang. Pengumuman tersebut disertai trailer perdana sekaligus peluncuran kampanye Kickstarter untuk menggalang dana tambahan dari komunitas.

Kampanye ini berhasil besar: target pendanaan tercapai dengan cepat, dan sejak itu tim secara berkala merilis cuplikan gambar, video, serta pembaruan progres untuk menjaga antusiasme publik.

Sejak awal, berbagai media game membandingkan Deathground dengan franchise Jurassic Park dan game horor bertahan hidup terkenal seperti Alien: Isolation (2014). Tim pengembang memang mengakui banyak sumber inspirasi, termasuk Dino Crisis (1999) dan GTFO (2021), serta film klasik Jurassic Park (1993).
Ryan Scott dari Fangoria bahkan menulis pada 2023 bahwa Deathground “terlihat seperti video game Jurassic Park yang seharusnya kita dapatkan sejak lama,” sementara penulis dari PCGamesN menyebut game ini berpotensi mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh seri Dino Crisis yang telah tidak aktif sejak 2003.

Selain fokus pada atmosfer tegang, tim juga menekankan keakuratan paleontologi, contohnya dengan memasukkan dinosaurus berbulu seperti Utahraptor agar sesuai dengan temuan ilmiah modern. Game ini dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5, dan musik latarnya digarap oleh komposer David Housden.

Awalnya, Deathground dijadwalkan rilis dalam format akses awal (Early Access) di Steam pada kuartal ketiga 2021, lalu disusul rilis penuh pada tahun berikutnya. Namun, pengembangan memakan waktu lebih lama dari rencana, sehingga kedua jadwal tersebut terlewat.

Setelah periode sunyi cukup panjang, trailer baru ditayangkan pada Maret 2025, dan Jaw Drop Games mengumumkan bahwa Deathground dijadwalkkan masuk Early Access di Steam pada akhir tahun 2025, sebelum nantinya diluncurkan sebagai versi penuh.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  1. Tema unik: horor bertahan hidup melawan dinosaurus.
  2. Fokus pada stealth dan atmosfer menegangkan.
  3. Dukungan co-op hingga tiga pemain dengan kelas khusus.
  4. Peta prosedural yang membuat setiap sesi berbeda.
  5. Visual modern dan audio dinamis imersif.

Kekurangan

  1. Ukuran tim pengembang kecil, potensi konten terbatas.
  2. Tidak cocok bagi pemain yang mencari aksi cepat.
  3. Kurva kesulitan tinggi jika dimainkan solo.
  4. Memerlukan koordinasi tinggi agar pengalaman optimal

Posisi dalam Industri

  • Deathground berada dalam subgenre survival horror kooperatif, sejajar dengan game seperti Dead by Daylight, The Forest, atau GTFO, namun menawarkan diferensiasi melalui tema dinosaurus.
  • Game ini diharapkan menghidupkan kembali minat terhadap dinosaurus dalam media interaktif dewasa, yang selama ini lebih banyak muncul dalam game aksi atau anak-anak.

Ringkasan Fitur Utama

AspekDetail
Developer / PublisherJaw Drop Games
EngineUnreal Engine 5
GenreCooperative Survival Horror
PlatformMicrosoft Windows (PC)
ModeSolo, Co-op 3 pemain online
Fokus GameplayStealth, resource management, evasion
MusuhDinosaurus predator adaptif
RilisClosed Beta aktif, Early Access dijadwalkan akhir 2025

Penutupan

Deathground menghadirkan pendekatan baru dalam genre survival horror dengan menggabungkan ancaman dinosaurus realistis, atmosfer tegang, dan gameplay kooperatif. Tidak seperti game bertema dinosaurus lain yang cenderung menekankan aksi, Deathground memilih jalur ketakutan psikologis dan kerja tim intens.

Dengan visual modern, sistem AI adaptif, dan replayability berbasis prosedural, Deathground dipandang sebagai salah satu proyek indie horor paling menjanjikan yang akan datang. Keberhasilan game ini akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara konten, tantangan, dan dukungan komunitas jangka panjang saat memasuki tahap Early Access.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *