Dalam beberapa tahun terakhir, genre RPG—terutama yang terinspirasi gaya Jepang (JRPG)—mengalami kebangkitan besar dengan berbagai judul yang berani mengeksplorasi tema kompleks dan dunia yang kaya. Salah satu game yang paling menarik perhatian adalah Edge of Memories, sebuah action RPG terbaru yang menggabungkan narasi emosional, dunia fantasi yang terancam kehancuran, serta sistem pertarungan modern yang dinamis.
Dikembangkan oleh Midgar Studio dan dipublikasikan oleh Nacon, game ini merupakan evolusi dari visi kreatif tim yang sebelumnya menghadirkan dunia Heryon. Dengan teknologi modern dan tim kreatif berpengalaman, Edge of Memories hadir sebagai pengalaman yang lebih matang, lebih emosional, dan jauh lebih ambisius.
Dunia Heryon dan Benua Avaris: Keindahan yang Terkoyak
Edge of Memories membawa pemain kembali ke dunia Heryon, tetapi kali ini fokus pada benua baru bernama Avaris—sebuah wilayah yang dulunya penuh kehidupan, warna, dan harmoni alam.
Namun, dunia ini kini berada di ambang kehancuran akibat fenomena misterius yang disebut Corrosion. Penyakit ini bukan sekadar wabah biasa, melainkan kekuatan destruktif yang mampu mengubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi makhluk mengerikan dan tidak terkendali.
Corrosion tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga:
Flora dan fauna
Ekosistem alami
Struktur lingkungan
Bahkan realitas itu sendiri
Avaris yang dulu indah kini menjadi dunia yang terpecah antara keindahan dan kehancuran. Pantai yang tenang bisa berubah menjadi wilayah penuh mutasi, dan pegunungan yang megah menyimpan ancaman mematikan.
Yang membuat dunia ini terasa hidup adalah bagaimana perubahan terjadi secara dinamis. Area yang sebelumnya aman bisa berubah menjadi berbahaya seiring perkembangan cerita, menciptakan rasa urgensi dan ketidakpastian yang konstan.
Cerita Utama: Eline dan Beban Takdir
Pemain akan berperan sebagai Eline, seorang “Soul Whisperer”—individu yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan jiwa dan energi spiritual.
Eline bukan sekadar protagonis biasa. Ia adalah simbol harapan terakhir bagi dunia yang perlahan runtuh. Dalam perjalanan ceritanya, ia menemukan bahwa dirinya memiliki kemampuan unik: mengendalikan Corrosion dalam tubuhnya sendiri.
Kemampuan ini menjadi pedang bermata dua.
Di satu sisi, kekuatan tersebut memberinya peluang untuk melawan wabah yang menghancurkan dunia. Namun di sisi lain, semakin ia menggunakan kekuatan itu, semakin besar risiko ia kehilangan dirinya sendiri.
Cerita dalam Edge of Memories berfokus pada beberapa konflik utama:
Perjuangan melawan kehancuran dunia
Konflik internal Eline terhadap kekuatannya
Hubungan dengan karakter lain yang juga memiliki luka masing-masing
Pertanyaan besar tentang apakah dunia masih layak diselamatkan
Narasi game ini sangat emosional, sering kali menghadirkan momen yang menyentuh dan penuh dilema moral.



Tema Besar: Kehilangan, Harapan, dan Pengorbanan
Tidak seperti banyak RPG yang fokus pada petualangan heroik semata, Edge of Memories mengangkat tema yang lebih gelap dan realistis.
Beberapa tema utama yang diangkat antara lain:
- Kehilangan yang Tak Terelakkan
Dunia dalam game ini penuh dengan karakter yang kehilangan sesuatu—keluarga, rumah, identitas, bahkan harapan.
- Harapan di Tengah Kehancuran
Meskipun dunia berada di ambang kehancuran, selalu ada secercah harapan yang mendorong karakter untuk terus bertahan.
- Pengorbanan
Pemain akan sering dihadapkan pada pilihan sulit yang mengharuskan pengorbanan, baik secara personal maupun global.
Gameplay: Aksi Cepat dengan Kedalaman Strategi
Sistem Combat Modern
Edge of Memories mengusung sistem pertarungan real-time yang cepat dan responsif. Combat terasa seperti perpaduan antara:
Action RPG modern
Hack and slash
Sistem combo dinamis
Pemain dapat:
Melakukan serangan cepat dan berat
Menghindar dengan timing presisi
Menggunakan skill khusus
Menggabungkan serangan dengan anggota tim
Setiap pertarungan terasa intens dan membutuhkan strategi, terutama saat menghadapi musuh yang telah terinfeksi Corrosion.
Sistem Party dan Kerjasama
Eline tidak berjuang sendirian. Sepanjang perjalanan, ia akan ditemani oleh berbagai karakter dengan kemampuan unik.
Setiap anggota tim memiliki:
Skill khusus
Peran dalam pertempuran
Cerita pribadi yang mendalam
Pemain dapat mengatur komposisi tim dan strategi berdasarkan situasi, menjadikan setiap pertempuran terasa berbeda.
Kemampuan Mengendalikan Corrosion
Salah satu mekanik paling unik dalam game ini adalah kemampuan Eline untuk menggunakan Corrosion sebagai senjata.
Kemampuan ini memungkinkan:
Serangan dengan damage tinggi
Manipulasi musuh
Akses ke area tertentu
Namun, penggunaan berlebihan bisa berdampak negatif, menciptakan sistem risk-reward yang menarik.
Eksplorasi: Dunia Luas dan Dinamis
Avaris adalah dunia yang luas dan penuh detail. Eksplorasi menjadi bagian penting dari gameplay.
Pemain dapat:
Menjelajahi berbagai wilayah dengan desain unik
Menemukan rahasia tersembunyi
Mengakses area baru dengan kemampuan tertentu
Salah satu fitur menarik adalah penggunaan makhluk tunggangan bernama Nekaroo, yang memungkinkan pemain menjelajah lebih cepat dan mencapai area sulit dijangkau.
Eksplorasi juga terasa hidup karena dunia berubah seiring cerita, memberikan pengalaman yang terus berkembang.


Visual dan Gaya Artistik
Secara visual, Edge of Memories mengusung gaya anime dengan sentuhan realistis. Dunia game ini penuh warna, tetapi juga memiliki nuansa gelap yang kontras.
Beberapa keunggulan visual:
Lingkungan detail dengan Unreal Engine 5
Efek Corrosion yang menyeramkan
Desain karakter yang kuat dan ekspresif
Desain karakter juga melibatkan talenta terkenal dalam industri JRPG, memberikan kualitas artistik yang tinggi.
Musik dan Audio: Emosi dalam Setiap Nada
Musik dalam Edge of Memories menjadi salah satu elemen yang sangat menonjol. Soundtrack dirancang untuk mendukung emosi dalam setiap momen.
Dukungan dari komposer dan penyanyi ternama menghasilkan:
Musik eksplorasi yang menenangkan
Lagu pertempuran yang intens
Tema emosional yang menyentuh
Audio dalam game ini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi bagian penting dari storytelling.
Struktur Quest: Tidak Ada yang Sia-Sia
Salah satu filosofi desain game ini adalah “tidak ada quest yang kosong”.
Setiap misi, baik utama maupun sampingan:
Memberikan perkembangan cerita
Mengungkap karakter
Menambah kedalaman dunia
Ini membuat pemain merasa setiap aktivitas memiliki makna.
Progression dan Kustomisasi
Pemain memiliki kebebasan untuk mengembangkan karakter sesuai gaya bermain.
Fitur progression meliputi:
Skill tree untuk berbagai kemampuan
Upgrade senjata dan equipment
Pengembangan karakter tim
Tidak ada satu cara bermain yang benar, sehingga pemain bebas bereksperimen.
Endgame dan Replayability
Setelah menyelesaikan cerita utama, masih banyak hal yang bisa dilakukan:
Boss tambahan
Eksplorasi area tersembunyi
Mengungkap semua ending
Pilihan yang diambil selama permainan juga mempengaruhi ending, memberikan nilai replay tinggi.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
Cerita emosional dan matang
Gameplay cepat dan seru
Dunia indah namun gelap
Karakter kuat dan berkesan
Kekurangan:
Kompleksitas mekanik bisa membingungkan awalnya
Tema berat mungkin tidak cocok untuk semua pemain
Tempo cerita awal cukup lambat
Kesimpulan
Edge of Memories adalah game yang berani menggabungkan keindahan visual, cerita emosional, dan gameplay modern dalam satu paket yang solid.
Game ini bukan hanya tentang menyelamatkan dunia, tetapi juga tentang memahami arti kehilangan, harapan, dan pengorbanan.
Bagi penggemar RPG yang mencari pengalaman mendalam dan berbeda, Edge of Memories adalah judul yang sangat layak untuk dinantikan.
