Mortal Kombat 1 adalah game pertarungan yang dirilis pada tahun 2023, dikembangkan oleh NetherRealm Studios dan diterbitkan oleh Warner Bros. Games. Judul ini menjadi entri utama ke-12 dalam waralaba Mortal Kombat, sekaligus berfungsi sebagai reboot kedua setelah Mortal Kombat (2011).
Cerita game ini berlangsung setelah peristiwa Mortal Kombat 11, di mana Liu Kang menciptakan sebuah garis waktu baru—menjadi timeline utama ketiga dalam sejarah seri. Dalam dunia baru ini, Liu Kang merakit sekelompok petarung untuk mengikuti turnamen Mortal Kombat terbaru di Outworld, sambil menghadapi ancaman dari Titan Shang Tsung yang membangun aliansi berbahaya. Ekspansi lanjutannya, Khaos Reigns, memperluas konflik dengan kehadiran Titan Havik sebagai musuh baru.

Game ini resmi dirilis pada 19 September 2023 untuk Nintendo Switch, PlayStation 5, Windows, dan Xbox Series X/S. Secara umum, Mortal Kombat 1 menuai tanggapan positif, terutama berkat fidelity visual yang mengesankan, roster karakter yang kuat, mode cerita utama yang sinematis, serta inovasi mekanik gameplay. Namun, ada kritik terhadap praktik transaksi mikro dan kualitas mode cerita tambahan yang dianggap kurang memuaskan.
Berbeda dengan versi konsol lainnya, rilis di Nintendo Switch mendapat banyak keluhan negatif. Masalah teknis, grafis yang jauh tertinggal, serta loading time yang lama membuat versi ini dipandang sebagai adaptasi yang mengecewakan.
Gameplay
Mortal Kombat 1 menghadirkan berbagai mode klasik dan fitur baru untuk memperkuat pengalaman bermain. Pemain bisa menikmati Story Mode sinematis, pertarungan offline, hingga multiplayer online yang menggunakan rollback netcode untuk koneksi lebih stabil. Game ini juga mendukung cross-play dan cross-progression, meski pada saat rilis awal fitur ini belum tersedia di Nintendo Switch. Dukungan cross-play akhirnya ditambahkan pada 27 Februari 2024, dengan rencana mode daring King of the Hill juga akan terhubung lintas platform di kemudian hari.
Salah satu inovasi utama adalah hadirnya Kameo Fighters, yaitu karakter pendamping yang bisa dipilih sebelum pertarungan. Mereka berfungsi mirip dengan sistem tag assist dari mode Towers of Time di Mortal Kombat 11, memungkinkan pemain memanggil bantuan singkat untuk memperpanjang kombo atau membuka peluang serangan baru.

Sistem Fatal Blow dari Mortal Kombat 11 kembali, namun kini dieksekusi secara kolaboratif oleh karakter utama dan Kameo Fighter. Serangan pamungkas ini bisa diaktifkan saat kesehatan turun di bawah 30%, dan beberapa adegan serangannya disorot dengan gaya visual ala X-Ray Moves dari Mortal Kombat X. Selain itu, combo udara yang sempat hadir di Mortal Kombat: Armageddon dan Shaolin Monks juga kembali sebagai bagian penting mekanik pertempuran.
Bagi pemain tunggal, selain Story Mode dan mode Towers yang sudah menjadi ciri khas seri, Mortal Kombat 1 memperkenalkan Invasions Mode. Mode musiman ini menggabungkan pertarungan dengan elemen board game dan RPG. Pemain bergerak di atas papan, menyelesaikan tantangan di setiap ruang, lalu memperoleh hadiah seperti skin, in-game currency, hingga artwork eksklusif. Setiap musim berlangsung sekitar enam minggu dengan tema dan papan baru.
Untuk multiplayer, game ini menyediakan mode Versus Lokal (di konsol yang sama), Online Matchmaking melawan pemain dari seluruh dunia, serta Tournament Mode yang dirancang untuk kompetisi dengan aturan khusus.
Sebagai tambahan, pembaruan gratis yang dirilis bersamaan dengan DLC ekspansi Khaos Reigns membawa kembali Animalities—fitur ikonik sejak Mortal Kombat 2—yang memungkinkan karakter berubah menjadi hewan untuk mengakhiri pertarungan dengan gaya brutal dan unik.
Alur Cerita
Setelah mengalahkan Kronika dan Shang Tsung, Dewa Api Liu Kang menggunakan Jam Pasir Kronika untuk membentuk kembali alam semesta. Ia lalu menyerahkan kendali waktu kepada Geras agar fokus menjaga Earthrealm. Demi menjaga keseimbangan, Liu Kang membangun aliansi rapuh dengan Outworld melalui kelanjutan turnamen Mortal Kombat.
Di sisi lain, Shang Tsung, yang kini hanya seorang pengelana tak berdaya di Outworld, mencoba bertahan hidup dengan menjual ramuan murahan. Hidupnya berubah ketika seorang misterius bernama Damashi muncul, menyadarkannya kembali akan potensi sihir yang ia miliki, sekaligus memberi tahu bahwa ada kekuatan besar yang selama ini menentangnya.
Sementara itu, Liu Kang merekrut para juara baru untuk mewakili Earthrealm: Kung Lao, seorang petani sederhana; Raiden, pemuda rendah hati yang kelak menjadi juara; Johnny Cage, aktor Hollywood yang sedang bangkrut; serta Kenshi Takahashi, mantan anggota yakuza yang mencari kehormatan. Mereka pun berpartisipasi dalam turnamen terbaru, yang akhirnya dimenangkan oleh Raiden sebagai wakil Earthrealm.

Ketika Liu Kang mengetahui bahwa Shang Tsung kembali mendapatkan kekuatan sihir dan kini menjadi penasihat Permaisuri Sindel, ia mengutus Johnny, Kung Lao, dan Kenshi untuk menyelidikinya. Dalam perjalanan ke tanah tandus Outworld, mereka menemukan bangsa Tarkatan, korban wabah virus Tarkat yang mengubah tubuh mereka menjadi monster. Di sana mereka menyaksikan Shang Tsung menyiksa Baraka untuk mengekstrak sumsum tulangnya. Misi mereka nyaris gagal ketika Shang Tsung melarikan diri, meninggalkan kekacauan.
Dengan bantuan Baraka, para pejuang Earthrealm melacak laboratorium rahasia Shang Tsung. Mereka berhasil mencegahnya menyebarkan virus Tarkat kepada Mileena, meski akhirnya Mileena terserang amarah akibat infeksi. Dalam pertempuran itu, Kenshi menjadi buta. Shang Tsung lalu menyuntikkan serum eksperimental ke tubuh Mileena untuk mengendalikan gejalanya. Tidak lama setelah itu, Kitana dan Jenderal Shao muncul untuk menangkap para Earthrealmer, namun Shang Tsung berhasil mengelabui mereka sebelum ia bergabung dengan sekutunya, penyihir Quan Chi.

Para pejuang Earthrealm ditawan di Flesh Pits, namun mereka berhasil kabur berkat bantuan Reptile, seorang penyihir buangan, dan Ashrah, iblis dari Netherrealm yang mencari penebusan dosa. Dari Ashrah, mereka mengetahui bahwa Quan Chi tengah membangun perangkat pencuri jiwa dalam skala besar. Walaupun mereka sempat menghadapi Ermac ciptaan Quan Chi, kelompok ini berhasil menggagalkan sebagian rencana penyihir tersebut dan kembali ke Earthrealm untuk memperingatkan Liu Kang.
Untuk menghadapi ancaman ini, Liu Kang memanggil prajurit Lin Kuei—Sub-Zero, Scorpion, dan Smoke—guna menghentikan para penyihir. Namun, Shang Tsung berhasil meyakinkan Sub-Zero untuk berkhianat dengan iming-iming pasukan naga mayat hidup. Scorpion dan Smoke akhirnya kabur, sementara Geras menemukan bahwa sosok “Damashi” sejatinya berasal dari garis waktu alternatif.

Bersama sekutu Outworld seperti Li Mei, Liu Kang mengungkap pengkhianatan Shang Tsung dan Quan Chi di hadapan Sindel dan putrinya. Shao mencoba menyerang mereka diam-diam, namun berhasil ditangkap. Dalam konflik berikutnya, Ermac kembali muncul, tapi akhirnya ditundukkan oleh Mileena. Dari tubuh Ermac, jiwa Kaisar Jerrod—ayah Mileena dan Kitana sekaligus suami Sindel—muncul kembali.
Saat para pahlawan berusaha menghentikan para penyihir, Damashi memperlihatkan wujud aslinya: ia adalah Titan Shang Tsung dari garis waktu lain, yang dulunya berhasil merebut Jam Pasir dari Liu Kang dan Kronika. Tujuannya jelas—menyerap seluruh realitas yang ada. Ia pun memanggil pasukan dari dimensinya sendiri. Sindel terluka parah dalam pertempuran ini, dan sebelum wafat, ia menunjuk Mileena sebagai penggantinya.

Menanggapi ancaman Titan Shang Tsung, Liu Kang memulihkan kekuatan Titan miliknya. Ia lalu merekrut sekutu dari berbagai garis waktu, termasuk para juara lama, untuk menghadapi pasukan gelap yang dipanggil Shang Tsung. Pertempuran besar antar-linimasa pun terjadi. Pada akhirnya, Liu Kang dan sekutunya menang, menghapus Titan Shang Tsung dan seluruh realitasnya dari keberadaan.
Setelah itu, Liu Kang mengembalikan setiap pejuang ke garis waktunya masing-masing. Ia kemudian berkumpul kembali dengan juara-juara Earthrealm untuk merayakan kemenangan, sebelum berangkat membantu Scorpion dan Smoke mendirikan kembali klan Shirai Ryu, mempersiapkan pertahanan untuk konflik masa depan.

Di adegan pertengahan kredit, diperlihatkan bahwa ancaman belum berakhir. Dari bayangan muncul Titan Havik bersama para pejuang dari linimasa alternatif lain. Ia merasa pertempuran melawan Liu Kang terlalu singkat, dan bersumpah akan memulai perang baru yang lebih panjang dan brutal.
Karakter
Roster dasar Mortal Kombat 1 berisi 22 karakter yang bisa dimainkan, seluruhnya merupakan petarung yang pernah muncul di seri sebelumnya. Menariknya, beberapa di antaranya adalah karakter lama yang baru kembali setelah terakhir tampil di Mortal Kombat: Armageddon (2006).

Sebagai tambahan, Shang Tsung tersedia sebagai karakter bonus eksklusif untuk pemain yang melakukan pre-order.
Setelah perilisan awal, NetherRealm merilis dua Kombat Pack sebagai konten tambahan:
- Kombat Pack 1 menghadirkan enam karakter baru yang bisa dimainkan, termasuk tiga karakter tamu dari luar semesta Mortal Kombat. Paket ini juga menambahkan konten kosmetik, seperti skin Johnny Cage dengan rupa dan suara Jean-Claude Van Damme, sebuah detail yang jadi fan service karena Van Damme dulunya hampir terlibat di game Mortal Kombat pertama.
- Kombat Pack 2, yang datang bersamaan dengan ekspansi “Khaos Reigns”, memperkenalkan enam karakter tambahan. Tiga di antaranya adalah karakter klasik Mortal Kombat yang dihadirkan kembali dengan versi baru untuk mode cerita, sementara tiga sisanya lagi merupakan karakter tamu populer dari luar seri.
Catatan: karakter tamu biasanya ditampilkan dengan huruf miring dalam daftar resmi.
Perkembangan

Setelah Mortal Kombat 11 (2019) resmi berhenti mendapat dukungan konten tambahan, NetherRealm Studios mulai menyiapkan proyek baru. Pada Juli 2021, muncul sinyal pertama lewat sebuah cuitan singkat dari Andrew Bowen, pengisi suara Johnny Cage, yang memberi isyarat kalau seri ke-12 tengah digarap—meskipun postingan itu cepat-cepat dihapus.
Kemudian, pada Februari 2023, David Zaslav, CEO Warner Bros. Discovery, secara langsung mengonfirmasi dalam panggilan pendapatan kuartalannya bahwa entri ke-12 Mortal Kombat akan meluncur pada akhir tahun.
Tak lama setelah itu, pada 18 Mei 2023, NetherRealm secara resmi mengumumkan Mortal Kombat 1. Game ini diposisikan sebagai reboot kedua dari waralaba, mengambil latar di Era Baru—garis waktu alternatif yang diciptakan Liu Kang setelah ia naik menjadi dewa api di akhir Mortal Kombat 11: Aftermath.

NetherRealm juga mengumumkan benefit untuk pemain yang melakukan pre-order di konsol generasi terbaru. Siapa pun yang memesan lebih awal di PlayStation 5 atau Xbox Series X/S mendapat akses eksklusif ke beta pada Agustus 2023. Setelah perilisan penuh, studio memastikan dukungan untuk fitur cross-play dan cross-progression, memungkinkan pemain lintas platform tetap bisa terhubung.
Untuk pengembangannya, tiap platform ditangani oleh tim yang berbeda:
- NetherRealm Studios mengerjakan versi PlayStation 5 dan Xbox Series X/S,
- QLOC menangani versi Windows,
- Shiver Entertainment bertanggung jawab atas port Nintendo Switch (sebelumnya juga mengerjakan Mortal Kombat 11 di platform tersebut).
Penerimaan

Mortal Kombat 1 secara keseluruhan menerima ulasan positif dari para kritikus. Di agregator Metacritic, game ini masuk kategori “umumnya baik”, sementara di OpenCritic, sekitar 87% kritikus merekomendasikannya sebagai salah satu game pertarungan yang solid di generasi terbaru.
Meski begitu, performa tiap versi tidak sama. Versi PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC mendapat banyak pujian berkat visual yang detail, gameplay halus, dan sistem pertarungan yang segar dengan kehadiran Kameo Fighters. Di sisi lain, versi Nintendo Switch menuai kritik pedas saat rilis. Banyak reviewer menyoroti grafis yang jauh lebih buruk, waktu muat lama, frame rate tidak stabil, dan bug berlimpah yang mengganggu pengalaman bermain.

Contohnya, Mitchell Saltzman dari IGN memberikan skor 8/10 untuk versi PS5, menyebutnya sebagai “permainan pertarungan yang hebat dengan pondasi solid.” Namun untuk port Switch, ia hanya memberi nilai 3/10, menulis:
“Di balik latar belakang buram dan performa yang berantakan, sebenarnya masih ada game pertarungan yang luar biasa. Tapi loading lambat, visual suram, frame rate amburadul, serta bug di sana-sini bikin versi Switch jadi cara paling bikin frustrasi untuk menikmati game ini.”
Melihat gelombang kritik tersebut, Ed Boon, kreator sekaligus otak di balik seri Mortal Kombat, langsung angkat bicara. Dalam wawancara dengan media besar termasuk BBC Newsbeat, ia menegaskan komitmen tim untuk memperbaiki masalah:
“Apa pun yang kami lihat tidak bisa diterima pasti akan kami tangani. Versi Switch akan tetap didukung, sama seperti yang kami lakukan dengan Mortal Kombat 11.”

Dengan begitu, meskipun rilisnya sempat goyah di Switch, Mortal Kombat 1 tetap dipandang sebagai entri penting dalam seri, memperlihatkan bagaimana NetherRealm mencoba menyeimbangkan reboot naratif dengan mekanika baru yang cukup berani.
