Primal Carnage: Extinction adalah game aksi multipemain asimetris yang hadir di Microsoft Windows dan PlayStation 4. Game ini membawa pemain ke dalam pertarungan brutal antara tim manusia bersenjata dan kawanan dinosaurus predator, dengan dua gaya bermain yang benar-benar berbeda.
Seperti pendahulunya, Primal Carnage (2012), tim manusia dimainkan dari sudut pandang orang pertama (first-person) untuk pengalaman menembak yang presisi, sementara dinosaurus dikendalikan dari sudut pandang orang ketiga (third-person) agar lebih leluasa memanfaatkan mobilitas dan kekuatan mereka. Masing-masing tim memiliki beragam kelas karakter dengan peran dan kemampuan unik, sehingga kerja sama tim sangat menentukan hasil pertandingan.


Awalnya, proyek ini hanya dimaksudkan sebagai pengembangan ulang total dari game pertama yang akan diberikan sebagai pembaruan gratis bagi pemain lama. Namun, setelah terjadi konflik internal di studio Lukewarm Media, hak pengembangan diambil alih oleh Circle 5 Studios. Mereka kemudian bekerja sama dengan Pub Games dan memutuskan untuk merilisnya sebagai game baru berdiri sendiri dengan judul Primal Carnage: Extinction.
Versi Windows dirilis pada 3 April 2015, diikuti versi PlayStation 4 pada 20 Oktober 2015 yang dikembangkan secara khusus oleh studio Panic Button.
Beberapa tahun kemudian, pada 28 September 2023, diumumkan bahwa game ini akan mendapatkan versi remaster berjudul Primal Carnage: Evolution yang ditujukan untuk menyamakan rilis PS4 dengan versi terbaru di Steam, membawa peningkatan teknis dan konten agar setara dengan edisi PC.
Gameplay
Primal Carnage: Extinction mempertahankan konsep utama dari pendahulunya dengan menghadirkan pertarungan manusia melawan dinosaurus dalam format multipemain asimetris. Setiap tim terdiri dari beragam kelas karakter dengan kemampuan unik, sehingga gaya bermain keduanya terasa sangat berbeda.
Saat bermain sebagai manusia, game ini menggunakan sudut pandang orang pertama (first-person), memberi fokus pada akurasi tembakan dan kerja sama taktis. Sebaliknya, dinosaurus dimainkan dari sudut pandang orang ketiga (third-person) untuk menonjolkan mobilitas, sergapan cepat, dan kekuatan fisik mereka.
Manusia dibekali senjata api beragam, sementara dinosaurus mengandalkan kemampuan khusus yang diaktifkan melalui auman, dengan waktu jeda (cooldown) antar kemampuan agar tidak bisa digunakan secara terus-menerus. Beberapa dinosaurus yang bisa dimainkan antara lain Carnotaurus, Dilophosaurus, Novaraptor (spesies fiksi), Pteranodon, dan Tyrannosaurus, masing-masing membawa gaya serangan khas yang menuntut strategi berbeda.
Game ini juga menawarkan beberapa mode permainan, di antaranya:
- Team Deathmatch — dua tim saling bertarung sampai salah satu kehabisan anggota.
- Get to the Chopper — tim manusia harus menembus garis pertahanan dinosaurus untuk mencapai helikopter dan melarikan diri, sementara dinosaurus mencoba menghentikan mereka.
- Survival — mode kooperatif di mana pemain manusia menghadapi gelombang dinosaurus yang terus bertambah banyak dan kuat.
- Free Roam — mode bebas tanpa objektif, memberi pemain kesempatan menjelajahi peta secara santai.
Gabungan mekanik unik ini membuat Extinction terasa cepat, intens, dan menuntut kerja sama tim yang solid di kedua sisi.
Pengembangan dan Rilis
Awalnya, Primal Carnage (2012) dikembangkan oleh Lukewarm Media untuk Microsoft Windows dan menjadi fondasi awal seri ini. Namun pada tahun 2014, Lukewarm mulai mengerjakan pembangunan ulang total game tersebut, mengganti hampir seluruh kode lama demi menciptakan pengalaman bermain yang lebih stabil dan halus. Proyek ini sempat dikenal secara internal sebagai “Primal Carnage 2.0”, dan awalnya direncanakan sebagai pembaruan gratis untuk pemilik game pertama.



Namun, saat pengembangan berlangsung, konflik internal muncul di Lukewarm Media, terutama terkait proyek prekuel ambisius berjudul Primal Carnage: Genesis. Situasi ini menyebabkan Circle 5 Studios—kelompok yang berasal dari komunitas modding aktif game pertama—mengambil alih pengembangan seri ini pada akhir 2014.
Tak lama setelah itu, Circle 5 mengumumkan bahwa versi baru tersebut akan dirilis sebagai game terpisah berjudul Primal Carnage: Extinction, bukan lagi pembaruan gratis. Meski begitu, pemilik game asli tetap mendapat potongan harga khusus saat membeli versi barunya. Selain versi Windows, mereka juga mengumumkan akan menghadirkan port untuk PlayStation 4.



Extinction dikembangkan bersama oleh Circle 5 Studios dan Pub Games (studio berbasis di Australia), menggunakan Unreal Engine 3 sama seperti pendahulunya. Versi Windows resmi meluncur di Steam pada 3 April 2015 setelah keluar dari masa Early Access, sedangkan versi PlayStation 4 dikembangkan oleh Panic Button dan dirilis secara digital melalui PlayStation Network — pertama di Amerika Serikat pada 20 Oktober 2015, lalu di Eropa pada 24 November 2015.
Beberapa tahun kemudian, pada 28 September 2023, Circle 5 mengumumkan versi remaster bertajuk Primal Carnage: Evolution khusus PlayStation 4, yang bertujuan untuk membawa rilis konsol setara dengan versi Steam dari Extinction dalam hal performa dan konten terbaru.
Penerimaan
Secara keseluruhan, Primal Carnage: Extinction menerima tanggapan yang cukup beragam dan cenderung negatif, terutama pada versi PlayStation 4, yang menurut Metacritic mendapat “ulasan yang umumnya tidak baik”.
Versi Windows juga tidak luput dari kritik saat rilis resminya pada April 2015. Setelah menjalani masa Early Access berbulan-bulan, game ini tetap dipenuhi bug dan masalah teknis.
- Georgina Young (TechRaptor) menyebut konsep gamenya “luar biasa” tetapi eksekusinya “berantakan”, penuh gangguan teknis, dan bahkan “hampir tidak bisa dimainkan” di MacBook Pro (meski memang tak resmi mendukung Mac). Ia memberi skor 2,5/10.
- Push Square menulis bahwa game bertema dinosaurus “seharusnya bisa lebih seru dari ini”, memuji animasi dinosaurusnya, tetapi menilai lingkungannya membosankan dan desain manusia tampak kartun.
- Multiplayer.it menyoroti AI yang lemah serta penggunaan Unreal Engine 3 yang dianggap sudah usang, dan menyimpulkan game ini akan lebih layak jika dikembangkan lebih lama.
- PlayStation Official Magazine UK menyebutnya “game tembak-menembak tim yang rapuh yang menyia-nyiakan konsep menarik dalam desain buruk dan kontrol yang kacau.”
Beberapa media memberi ulasan yang lebih netral, meski tetap menyoroti kelemahannya:
- Blast Magazine menyebut gamenya “cukup menyenangkan”, tapi mengkritik penyeimbangan gameplay yang menghukum pemain manusia, memberi skor 2,8/5.
- GameGrin menyebutnya “FPS sederhana yang sebenarnya menyenangkan, hanya cepat membosankan”, memberi skor 6/10.
- HookedGamers memberi nilai 6,8/10, memuji desain suara dinosaurus yang memberi “dorongan atmosfer”, tapi menilai game ini minim polesan dan kurang variasi mode.
- Canadian Online Gamers memberi skor 70/100, memuji animasi dinosaurus, efek suara, dan musik, serta menyebutnya sebagai “game dinosaurus yang seru bagi penggemar kadal raksasa”, meski mengakui game ini tidak membawa hal baru dalam genre deathmatch tim.
Singkatnya, Extinction dipuji karena konsep dan atmosfer dinosaurusnya, namun dikecam karena teknis yang lemah, konten yang tipis, dan desain yang kurang matang—membuatnya sulit bersaing dengan game multipemain lain pada masanya.
Penutupan
Primal Carnage: Extinction adalah game multiplayer asimetris bertempo cepat yang menawarkan pengalaman unik pertarungan manusia melawan dinosaurus dalam arena semi-terbuka. Meskipun menghadapi masalah teknis, keseimbangan, dan basis pemain kecil, game ini tetap memiliki penggemar setia yang mempertahankan komunitasnya hingga kini.









Dengan konsep yang jarang ada, kelas karakter yang kontras, dan visual khas dinosaurus, Primal Carnage: Extinction menempati tempat tersendiri sebagai salah satu shooter berbasis dinosaurus paling dikenal dalam satu dekade terakhir — walau keberadaannya lebih sebagai game kultus niche daripada hit arus utama.
