Marvel Rivals adalah game hero shooter bergaya tim yang dikembangkan oleh NetEase Games bersama Marvel Games. Menggabungkan aksi cepat dengan daftar karakter ikonik dari semesta Marvel, game ini membawa pemain ke medan pertempuran seru di mana kerja sama dan kemampuan unik tiap pahlawan jadi kunci kemenangan.

Game ini diluncurkan pada 6 Desember 2024 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Windows, sebelum akhirnya hadir di PlayStation 4 pada 12 September 2025. Sebagai game gratis dimainkan (free-to-play), Marvel Rivals menampilkan lebih dari 40 karakter dari komik Marvel — mulai dari pahlawan klasik seperti Iron Man, Spider-Man, hingga antihero dan villain ternama.

Dengan dukungan cross-play lintas platform, pemain bisa bertarung bersama teman di mana pun mereka bermain. Hanya dalam waktu dua bulan setelah rilis, game ini sudah mencatat lebih dari 40 juta pemain aktif di seluruh dunia — bukti kuat antusiasme besar terhadap proyek ambisius Marvel di dunia game kompetitif modern.

Premis

Cerita Marvel Rivals dimulai dari bentrokan besar antara Doctor Doom dan versi masa depannya dari tahun 2099. Pertarungan dua varian ini memicu kekacauan besar dalam aliran waktu, menjerat berbagai realitas dan dunia alternatif ke dalam satu dimensi baru yang kacau.

Akibat “time stream collision” tersebut, para pahlawan dan penjahat dari seluruh multiverse Marvel terhisap ke dunia yang sama — sebuah arena di mana mereka harus bertarung bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk mencegah salah satu Doom merebut kendali penuh atas realitas baru yang tercipta.

Dari sini, konflik besar pun dimulai: pertempuran lintas waktu dan dunia, antara kebaikan, kejahatan, dan ambisi pribadi yang menentukan nasib seluruh multiverse.

Gameplay

Marvel Rivals adalah game third-person hero shooter berbasis tim 6 lawan 6. Pertarungan berlangsung cepat dan penuh aksi, di mana setiap pemain memilih karakter Marvel dengan kemampuan unik. Salah satu fitur utamanya adalah lingkungan yang bisa dihancurkan, memungkinkan pemain mengubah medan tempur secara dinamis — semuanya diawasi oleh Galacta, sang pengamat multiverse. Hingga April 2025, tersedia 13 peta berbeda dengan tema dunia Marvel yang beragam.

Mode Permainan

Game ini menawarkan berbagai mode utama:

  • Konvoi (Escort) – Tim penyerang mengawal kendaraan atau objek ke titik akhir, sementara tim bertahan berusaha menghentikannya.
  • Dominasi (Domination) – Dua tim berebut titik kendali di beberapa lokasi kecil, berpindah antar area setelah satu ronde berakhir.
  • Konvergensi (Convergence) – Gabungan mode capture point dan escort, di mana tim harus merebut dan mempertahankan pos sekaligus mengawal konvoi.
  • Resource Rumble – Tim bersaing untuk mengumpulkan sumber daya dari tiga titik di peta.
  • Penaklukan (Conquest) – Mode eliminasi berbasis poin; setiap kill mengurangi skor lawan.
  • Doom Match – Mode free-for-all hingga 12 pemain, di mana siapa pun yang mengumpulkan kill terbanyak menjadi pemenang.

Mode kompetitif saat ini meliputi Konvoi, Konvergensi, dan Dominasi, dengan sistem peringkat, promosi, dan hadiah kosmetik tiap musim. Untuk pemain kasual, tersedia Quick Match dan beberapa mode event sementara seperti Clone Rumble, Giant-Sized Brain Blast, dan Marvel Zombies (PvE).

Karakter dan Peran

Per Oktober 2025, Marvel Rivals memiliki 43 karakter yang bisa dimainkan. Setiap karakter dibagi menjadi tiga peran utama:

  • Vanguard – tipe tank, punya daya tahan tinggi dan kemampuan bertahan.
  • Duelist – fokus pada serangan dan eliminasi cepat.
  • Strategist – bertugas mendukung tim lewat penyembuhan, buff, atau utilitas.

Setiap karakter punya kemampuan aktif, pasif, dan ultimate skill khas berdasarkan versi komiknya. Fitur unik game ini adalah Team-Up System, di mana dua karakter tertentu bisa melakukan serangan gabungan — misalnya Hulk melempar Wolverine dalam kombinasi “Fastball Special.”

NetEase juga diberi izin oleh Marvel untuk menciptakan karakter orisinal, mengikuti jejak Luna Snow yang dulu pertama kali muncul lewat game Marvel Future Fight.

Selain itu, setiap hero punya varian kostum yang terinspirasi dari komik klasik, seri Marvel Cinematic Universe, atau game lain seperti Marvel’s Spider-Man 2.

Konten Musiman

Setiap musim berlangsung sekitar dua bulan, dibagi menjadi dua fase, dan biasanya memperkenalkan setidaknya satu hero baru setiap bulan.
Tersedia battle pass berbayar yang memberi hadiah seperti skin, emote, spray, dan banner. Semua item bisa dibuka menggunakan Chrono Tokens (mata uang gratis dari misi harian dan mingguan) atau Lattice, mata uang premium yang bisa dibeli atau didapat dari event.

Marvel Rivals juga sering mengadakan event tematik, seperti Winter Celebration, di mana semua pemain menggunakan Jeff the Land Shark dalam mode 4v4 mirip Splatoon — tujuannya? Menyemburkan air dan menutupi area peta sebanyak mungkin.

Perkembangan

Marvel Rivals lahir dari kerja sama antara Marvel Games dan NetEase Games, yang ditugaskan mengembangkan game hero shooter PvP berbasis tim. Dalam proyek ini, NetEase menangani desain dan pengembangan inti gameplay, sementara Marvel Games berperan mengawasi agar tone, karakter, dan dunia yang dibuat tetap selaras dengan identitas resmi semesta Marvel.

Tim pengembang utama berbasis di Guangzhou, dipimpin oleh Weicong Wu sebagai produser utama dan Guangyun Chen sebagai direktur kreatif. Game ini dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5, menghadirkan visual yang memadukan gaya seni Timur dan Barat, seperti yang dijelaskan oleh produser senior Marvel Games, Danny Koo.

Setiap musim baru direncanakan dengan tema khusus. Tim akan menentukan arah cerita, pahlawan baru, dan peta yang sesuai dengan konsep utama musim tersebut, agar setiap update terasa segar dan punya identitas unik.

Meski tim sempat bereksperimen dengan berbagai mode tambahan, hingga Februari 2025 mereka menegaskan belum ada rencana menghadirkan mode PvE (player vs environment) — fokus utama tetap pada pertarungan tim kompetitif antar pemain.

Penerimaan

Marvel Rivals mendapat respons beragam dari para kritikus. Versi PC menerima ulasan “campuran atau rata-rata”, sementara versi konsol seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X mendapat tanggapan yang “umumnya positif”. Kritik utama biasanya menyentuh soal keseimbangan karakter dan stabilitas server, tapi banyak yang memuji bagaimana game ini menangani monetisasi.

Tidak seperti banyak game kompetitif modern, Marvel Rivals bebas dari elemen pay-to-win — semua karakter bisa diakses tanpa harus membayar, dan sistem battle pass-nya tidak memiliki batas waktu ketat. Kebijakan ini dipuji sebagai langkah fair dan ramah pemain, sesuatu yang cukup langka di genre hero shooter.

Namun, fitur “vote to surrender” sempat memicu perdebatan di komunitas. Sebagian pemain menganggap fitur ini membantu menghindari pertandingan yang sudah jelas tidak seimbang, sementara pihak lain khawatir itu justru mendorong pemain untuk menyerah terlalu cepat, menciptakan atmosfer negatif dalam tim.

Penutup

Marvel Rivals berhasil jadi kejutan besar di dunia game kompetitif — bukan hanya karena lisensi Marvel-nya, tapi karena cara eksekusinya terasa adil, cepat, dan intens. NetEase dan Marvel Games berani ngambil jalan berbeda: gak ngejebak pemain dengan sistem bayar-menang, tapi fokus ke gameplay yang solid dan kolaborasi tim yang menantang.

Walau sempat dikritik karena balancing dan fitur “vote to surrender”, performa penjualannya jelas membungkam keraguan. Dengan puluhan juta pemain aktif dan komunitas yang terus tumbuh, Marvel Rivals bukan cuma adaptasi superhero, tapi juga salah satu game shooter paling sukses dan berpengaruh di era barunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *